LombokPost - PGRI Kota Mataram mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram agar segera mengisi kepala sekolah (kasek) yang lowong.
Karena pada Mei mendatang sekolah akan melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Alasannya apa sampai kasek lowong dibiarkan berlama-lama,” kata Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto pada Lombok Post.
Diutarakan, kekosongan puluhan kasek ini harusnya menjadi atensi Disdik Kota Mataram. Jangan sampai menunggu SPMB selesai dulu baru dilakukan pengisian kasek lowong. “Belum lagi tahun ini sejumlah kasek akan pensiun,” ucap pria yang juga menjabat kepala SMPN 7 Mataram ini.
Mestinya, pengisian kasek lowong sudah ada mapping Disdik Kota Mataram dari guru penggerak atau guru senior. “Jangan sampai terlalu lama dibiarkan kasek lowong. Tidak bagus jika dibiarkan kosong terlalu lama,” ucapnya.
“Semnangat plt (pelaksana tugas) dengan kasek definitif pasti beda. Kasek definitif akan tertantang dengan semangatnya yang luar biasa,” urai Imam.
Imam mendorong agar Disdik Kota Mataram segera melakukan pengisian kasek lowong. Apalagi, ada enam SMP negeri yang tidak memiliki kasek definitif. “Ada beberapa sekolah besar yang lowong ini,” akunya.
Menurutnya, pengawas sekolah yang diberikan wewenang menjadi Plt kasek kurang tepat. Karena pengawas sekolah punya tugas memantau sekolah binaannya. “Apakah ini sudah dipikirkan dinas,” cetusnya.
Mestinya, Plt kasek ini harus diisi guru senior di sekolah tersebut. Atau kepala sekolah yang ada di dekat sekolah yang lowong. “Harusnya Plt kasek dari guru senior dilanjutkan, bukan diisi pengawas sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, guru senior lebih tahu program sekolah yang direncanakan kasek sebelumnya. Karena secara periodik kasek yang lama atau purna tugas menyampaikan programnya ke wakil kepala sekolah (wakasek) atau guru senior. “Ini lebih realitis,” singkatnya.
Dijelaskan, guru senior atau wakasek ketika menjadi Plt kasek akan melanjutkan program kepala sekolah sebelumnya. Tapi jika pengawas ditunjuk menjadi Plt kasek ada kerugian. Pertama, tugasnya akan terganggu. Kedua, akan beradaptasi dengan guru dan lingkungan sekolah.
Ia menyebutkan, Plt kasek mengisi kekosongan antar waktu sebelum ada kepala sekolah definitif. “Sekarang yang menjadi plt kasek ada guru senior dan pengawas. Campur-campur,” terangnya.
Ia ingin kasek yang lowong segera memiliki kasek definitif. Tidak boleh berlama-lama kosong karena pada Mei mendatang sudah ada SPMB dengan regulasi baru. “Kalau Plt kasek ada keterbatasan wewenang. Saya juga ndak tahu kenapa dibiarkan lama-lama kasek ini lowong,” ucapnya.
Kabid Dikdas Disdik Kota Mataram Naufal Aldian, draf mutasi kasek ini sudah jadi,tinggal dilakukan. Ia menyebutkan, pada rotasi kali ini sejumlah kasek akan digeser karena ada yang lowong. “Pada pengisian kasek lowong nanti akan ada pergeseran,” terang pria yang karib disapa Dion ini.
Untuk diketahui, sejumlah kepala SMP lowong. Diantaranya, SMPN 2 Mataram, SMPN 6 Mataram, SMPN 12 Mataram, SMPN 18 Mataram, SMPN 21 Mataram, dan SMPN 24 Mataram. Belum lagi jenjang SD ada puluhan kasek yang lowong. “Kasek yang lowong sudah ada Plt (pelaksana tugas)-nya,” terangnya.
Ia memastikan rotasi kasek akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini kata dia, sudah ada nama-nama guru yang akan diangkat menjadi kasek. “Ini juga sudah kita komunikasikan dengan pak kadis sesuai persyaratan. Yang jelas rotasi kasek akan dilakukan sebelum PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ini,” pungkasnya.(jay/r2)
Editor : Prihadi Zoldic