LombokPost - Abdul Majid, guru SMAN 9 Mataram bersama enam rekan lainnya menjadi utusan Majelis Adat Sasak (MAS) pada prosesi sorong serah aji krame pada Anjungan NTB meriahkan Hari Tari Sedunia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pekan lalu.
Diutarakan, pada prosesi sorong serah aji krame ia memperagakan kegiatan sidang adat kedua mempelai di rumah pengantin perempuan. Ia ingin memperkenalkan budaya dan adat Sasak. Mulai dari baju adat hingga proses pernikahannya. “Budaya ini akan menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Lombok,” cetus Majid.
Dalam kegiatan tersebut ia memperkenalkan budaya dan adat Sasak kepada pengunjung. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. “Budaya perlu dilestarikan,” ucapnya.
Ia mengajak generasi muda, khususnya pelajar untuk melestarikan budayanya. Karena budaya akan menjadi identitas daerah. “Kami di sekolah tetap memperkenalkan siswa tentang budayanya,” pungkasnya. (jay/r2)
Editor : Prihadi Zoldic