Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi semua elemen bangsa dalam mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
ini dirayakan secara serentak di seluruh penjuru nusantara sebagai bentuk pengingat tentang pentingnya Pendidikan bagi Bangsa Indonesia.
Baca Juga: 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Ini Sejarah Singkat dan Tema Hardiknas 2025
Dalam siaran persnya Kementerian Pendidikan menjelaskan makna dari Logo Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.
Logo ini ini menampilkan tiga sosok manusia berwarna merah, biru, dan abu-abu yang menjulang ke atas dengan gerakan dinamis dan penuh semangat.
Ketiga sosok tersebut melambangkan keberagaman, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam dunia pendidikan Indonesia.
Warna-warna yang digunakan menggambarkan semangat, kreativitas, energi positif, serta inklusivitas dalam proses pendidikan.
Sosok yang berada di tengah, berwarna biru dan mengarah paling tinggi, mengarah langsung ke sebuah bintang berwarna emas di atasnya. Bintang ini melambangkan cita-cita, harapan, dan tujuan mulia pendidikan membentuk generasi unggul yang mampu meraih masa depan gemilang.
Tiga sosok yang bersatu juga mencerminkan keterlibatan tiga pilar pendidikan: peserta didik, pendidik, dan masyarakat. Tulisan "HARDIKNAS 2025" dalam font tebal berwarna hitam memberi kesan kuat dan tegas, mencerminkan komitmen dan fokus bangsa dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Logo ini menyiratkan pesan bahwa pendidikan adalah upaya kolektif, inklusif, dan penuh semangat untuk mencapai bintang – simbol tertinggi dari ilmu pengetahuan, karakter, dan kemajuan bangsa.
Bagaimana sejarah awal hingga akhirnya ditetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional?
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap awal Mei untuk menghargai jasa-jasa tokoh besar yang juga pahlawan nasional Ki Hadjar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara atau lahr dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, adalah seorang tokoh Priyayi Jawa yang dikenal karena kepeduliannya pada dunia pendidikan dan kebudayaan Indonesia.
Ki Hadjar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta.
Selama hidup Ki Hadjar Dewantara yang juga pahlawan nasional memberi sejumlah kontribusi besar dalam merintis sistem pendidikan nasional di jauh sebelum masa kemerdekaan.
Diantaranya mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922. Perguruan Taman Siswa digagas sebagai sebuah lembaga pendidikan yang berfokus pada pendidikan bagi rakyat Indonesia, terutama bagi anak-anak yang kurang mampu.
Dalam proses pengembangan dunia pendidikan ini Ki Hajar Dewantara mengembangkan konsep pendidikan yang berlandaskan pada budaya dan karakter bangsa Indonesia dengan sebuah prinsip yang dirumuskan dalam falsafah berbahasa Jawa "Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,"
Semboyan ini jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti "Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan." Kini kata Tut Wuri Handayani terpatri dalam lambang Pendidikan Nasional.
Di masa awal kemerdekaan Ki Hadjar Dewantara sempat diangkat sebagai Menteri Pendidikan. Ki Hadjar Dewantara wafat pada 26 April 1959.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 Mei oleh pemerintah Indonesia dimulai dengan Keppres RI Nomor 316 Tahun 1959.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post