LombokPost - Pengolahan sampah menjadi barang bernilai dilakukan SDN 19 Cakranegara.
Sampah dedaunan dan sisa makanan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.
“Kalau sampah plastik kita jual ke bank sampah,” kata Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini.
Sekolah yang lokasinya di Jalan Sapta Marga, Cakranegara membuat lubang seperti sumur dengan kedalaman tiga meter di beberapa titik.
Sampah dedaunan dan sisa makanan di dari sekolah dimasukkan ke dalam lubang tersebut.
“Kita tidak membuang daun dan ranting pohon di sekolah,” ujarnya.
Diuraikan, pengelolaan sampah dilakukan sejak tahun lalu. Sampah organik yang dihasilkan di sekolah seperti sisa makanan dari kantin dan dedaunan dimasukkan kedalam lubang yang dibuat di beberapa titik.
Tak hanya itu, pihaknya juga membuat biopori di halaman menggunakan pipa PVC untuk mengantisipasi terjadinya genangan saat musim hujan.
“Sampah organik kita ifermentasi menjadi pupuk kompos,” jelasnya.
Ia tidak menampik sebagian besar sekolah menghasilkan sampah yang cukup banyak. Oleh sebab itu ia berinisiatif untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai.
“Sampah plastik anak yang kelola. Hasil penjualan sampah dimanfaatkan untuk membeli air galon di setiap kelas,” ujarnya.
Dikatakan, pengolahan sampah menjadi pupuk dan barang bernilai akan membentuk karakter murid untuk menjaga lingkungan.
Apalagi sekarang ini sampah kerap menjadi pemicu banjir dan genangan karena dibuang ke kali atau sungai.
“Kami ajarjkan murid bagaimana menjaga lingkungan,” tandasnya. (jay/r2)
Editor : Rury Anjas Andita