Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prodi Gizi UBG Dorong Kontribusi Mahasiswa Atasi Gizi Buruk di Tengah Masyarakat

Kimda Farida • Kamis, 8 Mei 2025 | 10:21 WIB
PRODUK BERGIZI :  Sejumlah Mahasiswa Prodi Gizi memamerkan produk olahan kue dan roti yang mereka buat dengan takaran mutu gizi dan nutrisi yang sehat.
PRODUK BERGIZI : Sejumlah Mahasiswa Prodi Gizi memamerkan produk olahan kue dan roti yang mereka buat dengan takaran mutu gizi dan nutrisi yang sehat.

LombokPost--Permasalahan malnutrisi, gizi buruk atau stunting menjadi perhatian serius pemerintah saat ini, baik dari pusat hingga ke daerah.

Berbagai kebijakan dan program dijalankan demi mengatasi hal tersebut.

Untuk itu, keterlibatan dan kontribusi para ilmuwan terlebih mahasiswa Program Studi Gizi pada perguruan tinggi turut dibutuhkan.

Demi menjaga implementasi kebijakan dan program tersebut agar tetap terarah sesuai dengan tujuannya yakni mewujudkan Indonesia bebas stunting atau gizi buruk.

“Melalui kehadiran Program Studi Ilmu Gizi, yang melakukan penelitian dan pengembangan terkait gizi dan olahan pangan bernutrisi, diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan kekurangan gizi tersebut,” papar Lina Yunita, S.Si., M.K.M. selaku Kepala Prodi Gizi, Universitas Bumigora Mataram.

Dirinya menekankan pentingnya keterlibatan tenaga ahli gizi dalam program yang dijalankan pemerintah dalam multi sektoral penaganan gizi buruk.

Termasuk bagi mahasiswa yang sedang menempuh studinya, agar keterampilan mereka dalam pengolahan pangan bernutrisi semakin terasah.

“Dikarenakan Lulusan Prodi Gizi, menurutnya memang disiapkan untuk bekerja membantu pemerintah dan  masyarakat dalam mengatasi masalah gizi tersebut,” ujarnya.

Selain dalam hal pelayanan kesehatan di bidang gizi, wujud kontribusi mahasiswa dalam hal membantu pemerintah dan masyarakat bisa melalui pembuatan panganan olahan makanan yang memiliki nutrisi dan kadar gizi sehat seimbang.

Bahkan bukan hanya itu, lanjut Lina sapaannya, mereka para mahasiswa gizi, khususnya di UBG ini akan dibekali berbagai keterampilan inti.

Di antaranya seperti ; keterampilan klinik, keterampilan penyelenggaraan makanan di institusi, transportasi umum, sekolah, rumah sakit dan masyarakat.

Namun, secara khusus, mahasiswa Gizi UBG dibekali keterampilan dalam membangun jiwa wirausaha.

“Prodi Gizi kampus UBG itu punya ciri sebagai Nutripreneurship (wirausaha di bidang nutrisi),” bebernya.

“Jadi mahasiswa nanti bisa berwirausaha di bidang gizi baik dengan menciptakan produk atau mengolah pangan bernutrisi,” sambung Lina.

Bahkan beberapa kerja sama dengan UMKM pun terus dijalin demi kesinambungan kolaborasi antar wawasan akademis dan praktikal mahasiswa.

Demi menjaga kesinambungan itu, saat ini Prodi Gizi UBG membuka kembali penerimaan mahasiswa baru dengan daya tampung terbatas.

“Untuk tahun akademik 2025/2026 ini, kami hanya menyediakan 60 kuota mahasiswa,” ujar Lina.

Walaupun diakuinya terbatas, hal itu lebih dikarenakan daya tampung dan demi menjaga mutu para lulusannya.

Meskipun diketahui saat ini, rasio peminat studi gizi dan yang mendaftar mengalami progres peningkatan cukup signifikan.

“Rasio penerimaannya saja bisa 1 banding 3. Artinya 1 kursi kuota diperebutkan oleh tiga orang peminat pada jurusan yang sama,” ungkapnya.

Karena itu, dirinya menghimbau agar calon mahasiswa dengan minat kuliah gizi di kampus UBG, untuk segera mendaftarkan dirinya baik dengan datang langsung ke Kampus di Jalan Ismail Marzuki Mataram, maupun dengan mengakses laman online di pmb.universitasbumigora.ac.id atau kontak WhatsApp : 085936159726.

Mahasiswa Gizi UBG tidak hanya berkutat pada menjadi tenaga kerja terampil di bidang gizi tapi juga memiliki keahlian berwirausaha dengan menciptakan lapangan kerja bagi Masyarakat di sekitarnya.

“Disamping membuat produk, Mereka juga dibantu untuk pengurusan ijin edarnya. Sehingga produk mereka bisa dipasarkan secara luas di masyarakat,” pungkas Lina. (adv).

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Universitas Bumi Gora #Prodi Gizi UBG