LombokPost - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram (Unram) menggelar workshop penyusunan Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat (RIPkM) di Ruang Sidang Utama LPPM, Selasa lalu (6/5).
Kegiatan ini bagian dari langkah strategis mendukung komitmen Kampus Berdampak dan menyokong ketercapaian Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Hadir dalam kegiatan ini Plt Kepala LPPM, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr didampingi Sekretaris LPPM Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Muliarta Aryana, MP.
Ketua Panitia Prof. Dr. Ir. I Wayan Sudika, MS, Kepala Pusat Pengabdian Dr Ni Wayan Sri Suliartini, SP., MP, Kepala Sub Bagian Umum Roni Paslan, S.Adm.
Para dosen serta peneliti di lingkungan Unram yang tergabung sebagai panitia penyusunan RIPkM.
Ketua Panitia Prof I Wayan Sudika menuturkan, penyusunan dokumen RIPkM Unram telah memasuki tahap akhir.
Seluruh tim telah bekerja kolaboratif dan intensif untuk menyusun dokumen yang selaras dengan visi nasional dan visi Unram yang unggul dan berdayasaing global.
“Kami berharap dokumen RIPkM ini dapat diselesaikan dan difinalisasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ucapnya.
Kepala LPPM Prof Sukartono mengatakan, pentingnya sinergi antara tri dharma perguruan tinggi dan arah pembangunan nasional.
“Universitas tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga agen perubahan sosial. Penyusunan rencana induk pengabdian ini adalah tonggak penting agar setiap langkah pengabdian yang dilakukan dosen dan mahasiswa memberi dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” urainya.
Ia menambahkan, penyusunan rencana induk pengabdian ini akan mengintegrasikan isu-isu strategis nasional dan daerah.
Fokusnya pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan. Hingga transformasi digital di wilayah NTB dan sekitarnya.
“Melalui dokumen induk ini, arah kebijakan dan program pengabdian dosen akan lebih terarah, berdampak, konsisten, dan selaras dengan Asta Cita, terutama visi Unram,” tandasnya. (jay/r2)
Editor : Kimda Farida