LombokPost--Sumber daya manusia yang terampil di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sangat dibutuhkan dalam mengelola berbagai lini kehidupan manusia yang kini serba terkomputerisasi.
Karenanya, mempelajari rumpun keilmuan berbasis komputer tersebut menjadi penting untuk dipelajari. Salah satunya melalui Program Studi Teknologi Informasi.
“Teknologi Informasi di UBG memiliki tiga kompetensi utama yaitu Internet of Things (IoT), Cyber Security dan IT Governance and Data Management,” jelas Dr. Husain, M.Kom, Kepala Prodi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Bumigora Mataram.
Dijelaskan, kompetensi IoT memiliki ciri khas kemampuan yang berfokus pada pengendalian perangkat fisik dari jarak jauh dengan perantara internet.
Perangkat tersebut itulah yang sering dinamakan smart objek.
Antara perangkat dan pengguna itu saling terhubung dengan berbagai sistem yang telah dibangun, saling bertukar data melalui jaringan internet.
Serta melibatkan berbagai komponen seperti sensor, mikro controller dan robotic.
“Sekarang kan zamannya serba smart seperti smart farm, smart office atau macam macam lah yang bisa dikontrol dari jarak jauh. Itulah keahlian bidang IoT,” tandas Husain.
Sedangkan kompetensi Cyber Security atau keamanan siber, itu lebih menekankan pada perlindungan data dan membentuk sistem keamanan pada sebuah server.
“Jadi mahasiswa juga dibekali kemampuan dalam menganalisa segala bentuk serangan siber agar keamanan data pengguna internet tidak mudah diretas atau di hack,” jelasnya.
Kemudian untuk kompetensi utama lainnya yakni IT Governance and Data Management, yang lebih terkait pada proses tata kelola data dalam sistem pemerintahan.
Seperti halnya SPBE atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang merupakan upaya pemerintah dalam memanfaatkan TIK dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Penguasaan terhadap tiga kompetensi utama IT tersebut, dapat membuat lulusan Prodi Teknologi Informasi ini berdaya saing unggul,” katanya.
Untuk prodi ini, di Universitas Bumigora Mataram sekarang telah dibuka pendaftarannya.
Kuota yang tersedia untuk tahun ajaran 2025/2026 berjumlah 80 orang.
Bahkan ada ketentuan gratis bagi pendaftar yang beruntung.
“Ada program untuk 20-30 orang pendaftar pertama akan digratiskan DPP-nya. Jadi jika cepat daftar ulang maka dia mendapatkan free dpp tersebut,” beber Husain.
“Besaran DPP-nya bergantung pada gelombang pendaftaran dan hasil tesnya. bisa dua sampai empat juta rupiah,” pungkasnya. (adv).
Editor : Kimda Farida