LombokPost - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram melaksanakan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di aula Disdik setempat, Rabu lalu (28/5). Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram Syarafudin, pihak Diskominfo Kota Mataram, pihak Dukcapil Kota Mataram, dan kepala SMP se-Kota Mataram.
Pada SPMB 2025 terjadi perubahan dalam menerima siswa baru. Sesuai petunjuk teknis (juknis) SPMB dikeluarkan Disdik Kota Mataram, jumlah siswa baru diterima masing-masing SMP negeri bervariasi.
Tercatat, Ada 15 sekolah yang meminta dispensasi jumlah siswa yang diterima melebihi daya tampung. Sebut saja SMPN 1 Mataram , SMPN 2 Mataram, SMPN 6 Mataram, dan SMPN 7 Mataram akan menerima siswa makismal 45 siswa per rombongan belajar (rombel) atau kelas.
Kabid Dikdas Disdik kota Mataram Syarafudin mengatakan, untuk jenjang SMP pendaftaran dilakukan secara online di 24 SMP negeri di Kota Mataram. Untuk jalur prestasi dan afirmasi pendaftaran dibuka 23-25 Juni, pengumuman hasil 26 Juni dan daftar ulang pada 28-30 Juni.
Sedangkan jalur domisili dan mutasi orang tua/wali dibuka pada 30 Juni-2 Juli, pengumuman hasil 3 Juli, dan daftar ulang pada 7-10 Juli.
Syaraf menyebutkan, ketentuan jumlah rombel pada SPMB jenjang SMP negeri bervariasi. Ada 15 sekolah yang meminta dispensasi menerima siswa lebih dari 32 siswa per rombel karena jumlah pendaftar tahun lalu melebihi kapasitas.
“Kalau yang lain masih normal, maksimal 32 siswa per rombel,” ucap Syaraf.
Ia menambahkan, ketentuan jumlah rombel jenjang SMP bervariasi. Maksimal 45 siswa per rombel di sejumlah sekolah yang peminatnya cukup banyak. “Juknis yang ditetapkan pada SPMB terkait jumlah siswa per rombel tidak bisa berubah. Kalau sudah ditetapkan maksimal 45 siswa maka tidak boleh lebih,” tandas Syaraf.
Kepala SMPN 22 Mataram H Nasrullah menargetkan terima siswa dua rombel pada SPMB tahun ini. Dalam satu rombel maksimal akan diisi 32 siswa.
“Mudah-mudahan target ini bisa tercapai tahun ini,” harap Nasrullah.
Diutarakan, tahun lalu jumlah siswa yang mendaftar di SMPN 22 Mataram hanya satu rombel. Itu pun tidak sampai 32 siswa isinya. Ia menyebutkan, minimnya jumlah siswa karena banyaknya pondok pesantren (ponpes) yang ada di sekitar sekolah.
“Selain itu, kita juga bersaing dengan sekolah lain,” pungkasnya.
Editor : Pujo Nugroho