Lombok Post – Tim Fakultas Agama Islam (FAI) Ummat melaksanakan kajian dan pengembangan peran serta lembaga dalam meningkatkan pendidikan Islam berbasis Kemuhammadiyahan di era digitalisasi.
Ketua Tim Peneliti FAI Ummat Drs Abdul Wahab mengatakan riset ini bertujuan untuk menilai kontribusi FAI Ummat dalam memodernisasi pendidikan Islam dengan memanfaatkan teknologi digital.
“Sehingga pendidikan Islam yang berbasis pada nilai-nilai Muhammadiyah dapat diakses lebih luas dan relevan dengan tuntutan zaman,” terangnya, Selasa (17/6).
Sebagai tim peneliti, ia bertugas untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan penelitian, serta mengembangkan modul yang berkaitan dengan kewirausahaan syariah dan teknologi digital dalam pendidikan Islam.
Angota tim peneliti yang juga dosen Ummat Ahmad Azmin, berperan dalam sosialisasi mengenai kewirausahaan syariah dan penerapan digitalisasi dalam pendidikan Islam.
Dosen Ummat Ahadiah Agustina, berfokus pada pengembangan modul dan koordinasi dengan mitra terkait, serta mengintegrasikan kewirausahaan syariah dengan teknologi digital dalam konteks pendidikan Islam.
Mahasiswa Ummat Ageska Nugroho, membantu dalam merancang dan memberikan dukungan teknis terkait desain dan implementasi strategi pendidikan berbasis teknologi.
“Dengan kolaborasi ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang besar dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis Kemuhammadiyahan yang relevan dengan perkembangan zaman digital,” jelas Rektor Ummat ini.
Terlebih riset ini dilaksanakan juga untuk tujuan mengidentifikasi, tantangan dan peluang yang ada dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran Islam, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis Kemuhammadiyahan.
Penelitian ini berupaya mengembangkan model pendidikan Islam yang menggabungkan prinsip-prinsip syariah dan inovasi teknologi, guna memperluas akses dan kualitas pendidikan Islam yang diselenggarakan.
“Melalui penelitian ini, diharapkan dapat disusun strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, serta mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga siap bersaing di era digital yang semakin berkembang,” jelas Abdul Wahab.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus, pada analisis mendalam terhadap pengembangan pendidikan Islam berbasis Kemuhammadiyahan di era digitalisasi.
“Pendekatan kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk menggali pemahaman secara menyeluruh mengenai tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan teknologi digital dalam pendidikan Islam berbasis Muhammadiyah,” paparnya.
Melalui wawancara, observasi, dan studi literatur, penelitian ini berusaha untuk memahami, bagaimana prinsip-prinsip kewirausahaan syariah dan digitalisasi diterapkan dalam konteks pendidikan Islam, serta bagaimana dampaknya terhadap pengembangan kualitas pendidikan.
“Pendekatan ini juga memudahkan peneliti untuk mengidentifikasi model-model yang dapat diadopsi, untuk meningkatkan efektivitas pendidikan Islam yang berbasis pada nilai-nilai Muhammadiyah,” terang Abdul Wahab.
Dosen Ummat Ahmad Azmin mengatakan sasaran utama dari penelitian ini adalah FAI Ummat, termasuk di dalamnya para pengajar serta mahasiswa yang terlibat dalam pendidikan Islam berbasis Kemuhammadiyahan.
“Dari sini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pengelola pendidikan, pengajar, dan mahasiswa mengenai pentingnya integrasi teknologi digital dalam pembelajaran Islam,” jelas dia.
Selain itu, sasaran utama lainnya, penerapan prinsip-prinsip kewirausahaan syariah dalam pengelolaan pendidikan Islam di era digitalisasi, guna menghasilkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas dari segi akademik, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pengembangan masyarakat secara keseluruhan.
“Sebab penelitian ini juga berfokus pada peningkatan keterampilan dosen dalam menggunakan teknologi digital dan kewirausahaan syariah dalam pembelajaran dan pengelolaan pendidikan Islam,” terangnya.
Dosen Ummat Ahadiah Agustina berharap dari penelitian agar FAI Ummat kedepannya bisa menjadi model dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis Kemuhammadiyahan yang adaptif, terhadap perkembangan teknologi digital.
“Dengan integrasi prinsip-prinsip kewirausahaan syariah dan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, diharapkan mahasiswa dan pengajar dapat lebih siap menghadapi tantangan global dan memanfaatkan peluang yang ada di era digital,” bebernya.
Selain itu, bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas, dengan mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan teknologi dan kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui implementasi teknologi digital dan prinsip syariah dalam pendidikan, diharapkan pendidikan Islam di Muhammadiyah dapat lebih luas diakses, lebih relevan, dan lebih mampu menghadapai tantangan zaman.
“Tidak kalah penting, bisa memperluas jaringan global untuk mempromosikan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran,” tandasnya.
Adapun sumber dana untuk penelitian ini berasal dari hibah internal Ummat. Ini digunakan untuk mendanai pelaksanaan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam berbasis Kemuhammadiyahan di era digitalisasi.
Hibah ini mencakup biaya untuk pelatihan, pengembangan modul kewirausahaan syariah dan teknologi digital, serta kegiatan lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Islam yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan dukungan dana hibah ini, tim peneliti dapat melaksanakan berbagai program yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram dan masyarakat secara luas.
Editor : Jelo Sangaji