LombokPost- Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini di SMAN 2 Mataram menghadapi kendala. Hingga batas waktu pendaftaran, kuota jalur afirmasi dan perpindahan tugas orang tua/wali masih jauh dari target, bahkan sebagian besar belum terisi.
Hal ini terjadi karena banyak pendaftar yang tidak memenuhi kelengkapan dan kesesuaian dokumen yang disyaratkan.
Dari data Panitia SPMB SMAN 2 Mataram, untuk jalur afirmasi calon siswa yang mendaftar hanya 67 orang, sementara kuotanya 162 orang. Sementara untuk jalur perpindahan tugas orang tua/wali kuotanya 27 orang, sementara calon siswa yang daftar hanya 18 orang.
Waka Kesiswaan SMAN 2 Mataram Lalu Iskandar Kamis (19/6) mengatakan, sesuai petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB jumlah siswa yang akan diterima di SMAN 2 Mataram sebanyak 540 dari jalur afirmasi, perpindahan, prestasi, dan jalur domisili.
Jumlah siswa yang diterima ini akan terbagi dalam 15 rombongan belajar (rombel). Masing-masing rombel akan diisi 36 siswa.
“Pendaftar jalur afirmasi banyak yang gagal daftar karena tidak lengkap dokumen persyaratannya,” ujar Iskandar.
Dijelaskan, masalah utama pada jalur afirmasi terletak pada dokumen. Banyak pendaftar jalur afirmasi yang tidak bisa melampirkan bukti kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau surat keterangan tidak mampu dari kelurahan yang valid.
“Persyaratan ini penting untuk memastikan bantuan kuota afirmasi tepat sasaran bagi siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Iskandar.
Kondisi serupa juga terjadi pada jalur perpindahan tugas orang tua/wali. Beberapa pendaftar gagal menyertakan surat keterangan pindah tugas dari instansi resmi atau surat keterangan domisili baru yang sah.
“Tujuannya memfasilitasi anak-anak dari orang tua yang memang harus berpindah domisili karena tugas pekerjaan. Namun, jika dokumennya tidak lengkap, kami tidak bisa memproses pendaftaran mereka,” tambah Iskandar.
Meski panitia SPMB SMAN 2 Mataram telah memberi kesempatan untuk melengkapi berkas, banyak calon pendaftar yang belum juga memenuhi hingga tenggat waktu.
“Kita tunggu melengkapi berkas, malah orang tua ndak datang sampai hari terakhir pendaftaran,” ujar Iskandar.
Ia meminta masyarakat dan calon siswa untuk selalu memeriksa informasi resmi dari Dikbud NTB. Serta sekolah tujuan terkait persyaratan SPMB dan batas waktu pendaftaran agar kendala serupa tidak terulang lagi tahun depan.
Editor : Siti Aeny Maryam