LombokPost- Tembok SMPN 22 Mataram roboh diterjang luapan kali setelah hujan deras mengguyur Kota Mataram, Minggu lalu (6/7). Akibatnya, sekolah kebanjiran. Ruang guru, ruang kepala sekolah, hingga lapangan tergenang. Aktivitas belajar pun terancam terganggu.
Banjir di sekolah yang lokasinya di Jalan Gontoran, Bertais, dipicu meluapnya air kali yang persis berada di samping sekolah.
Debit air naik drastis hingga menekan tembok pembatas. Tak mampu menahan tekanan, tembok SMPN 22 Mataram roboh hingga sepanjang ratusan meter.
Air langsung masuk dan membanjiri lingkungan sekolah.
“Air mulai masuk setelah tembok SMPN 22 Mataram roboh. Ketinggian air di beberapa ruangan bahkan mencapai lutut,” ungkap Kepala SMPN 22 Mataram H Nasrullah.
Banjir SMPN 22 Mataram akan membuat aktivitas belajar mengajar terhambat.
Nasrullah khawatir, kondisi tembok roboh bisa membahayakan keselamatan siswa jika tidak segera diperbaiki.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram.
Mereka juga berharap Dinas PUPR Kota Mataram segera memperbaiki tembok SMPN 22 Mataram yang roboh agar banjir tak berulang.
“Banjir di SMPN 22 Mataram ini bisa berulang jika tidak ada antisipasi jangka panjang,” tegas Nasrullah.
Baca Juga: SPMB, Ratusan Kursi SMP Favorit di Kota Mataram Kosong
Selain faktor tembok, Nasrullah menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat. Sampah yang dibuang sembarangan ke kali memperparah banjir di SMPN 22 Mataram. (jay)
Editor : Pujo Nugroho