LombokPost-Genangan air setinggi lutut menyapu seluruh ruangan di SMPN 13 Mataram. Perpustakaan, laboratorium, hingga ruang kelas tak luput dari terjangan air, memaksa proses daftar ulang penerimaan siswa baru terhenti.
Peristiwa ini merupakan yang pertama kali terjadi di SMPN 13 Mataram.
Kepala SMPN 13 Mataram Ahmad Saehu tidak menyangka luapan air bisa separah itu. Air masuk ke ruang perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, hingga ruang kelas. Hingga mengakibatkan ribuan buku rusak total.
“Selama hidup, baru kali ini banjir seperti ini sampai masuk ke semua ruangan,” ungkap Ahmad Saehu, Rabu (9/7).
Tidak hanya buku yang terendam, tetapi juga LCD proyektor dan meja-meja sekolah ikut rusak. Menyikapi kejadian ini, pihak sekolah langsung bergerak cepat. Semua guru dan staf diminta datang malam itu juga untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Bahkan, SMPN 13 Mataram meminta bantuan Dinas Damkar Kota Mataram untuk membersihkan lumpur yang menutupi hampir seluruh ruangan.
“Begitu saya hubungi Damkar, siangnya mereka langsung datang bersihkan sekolah,” tambah Saehu.
Hingga Rabu (9/7), sekolah terus berbenah. SMPN 13 Mataram tengah mempersiapkan pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung Jumat dan Sabtu mendatang. Sementara MPLS akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Juli.
Sementara itu, Ari, petugas perpustakaan, juga tidak menyangka banjir bisa mencapai seluruh ruangan. Termasuk perpustakaan yang baru saja menerima kembali buku-buku pinjaman dari para siswa.
“Buku-buku ini baru saja dikembalikan anak-anak saat kenaikan kelas,” kata Ari.
Ia menjelaskan, bukan hanya buku fiksi dan kamus yang rusak, tapi juga buku penunjang pelajaran. Diperkirakan sekitar 10 ribu buku terendam banjir. “Total buku yang terendam sekitar 10 ribu,” tandasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam