LombokPost- Universitas Mataram (Unram) mendapat kehormatan menerima kunjungan Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Fathan Subchi dalam kegiatan sharing session yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor Unram, Kamis lalu (10/7).
Sharing session BPK RI di Unram ini membahas pentingnya efisiensi anggaran, afirmasi kebijakan untuk kampus Indonesia Timur. Serta penguatan kerja sama industri dan perguruan tinggi.
Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo menyampaikan capaian membanggakan yang berhasil diraih kampus hijau ini. Ia menegaskan, bahwa efisiensi anggaran di Unram terus menunjukkan peningkatan signifikan.
“Dulu serapan anggaran kami hanya peringkat 25 dari 34 PTN-BLU. Sekarang, Unram naik ke posisi dua nasional. Efisiensi anggaran bahkan pernah mencapai Rp12 miliar,” ujar Prof Bambang dalam sharing session BPK RI di Unram tersebut.
Sharing session BPK RI di Unram ini menjadi momen penting membahas afirmasi khusus bagi kampus-kampus di wilayah Indonesia Timur.
Anggota BPK RI Fathan Subchi menegaskan perlunya cara pandang berbeda terhadap perguruan tinggi di kawasan ini.
“Jangan samakan kondisi kampus Indonesia Timur dengan Jakarta. Kompleksitas dan keterbatasannya berbeda. Butuh afirmasi kebijakan yang mendukung,” tegasnya di hadapan peserta sharing session BPK RI di Unram.
Selain membahas efisiensi anggaran, sharing session BPK RI di Unram juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama antara kampus dan industri.
Fathan Subchi mencontohkan model di Korea dan Jepang di mana setiap kampus memiliki industri pendamping.
“Pembangunan SDM tidak bisa dilepaskan dari sinergi kampus dan industri. Sudah saatnya kampus Indonesia Timur juga punya dukungan seperti itu,” katanya.
Sharing session BPK RI di Unram ini diharapkan menjadi momentum memperkuat akuntabilitas, efisiensi anggaran. Serta inovasi pendanaan di lingkungan perguruan tinggi negeri, khususnya di Indonesia Timur.
Editor : Siti Aeny Maryam