LombokPost- SMPN 16 Mataram terdampak banjir menjadi sorotan pada kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Senin (14/7).
Sekolah ini mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada ruang perpustakaan SMPN 16 Mataram dan koleksi bukunya yang rusak total akibat terjangan banjir pada Minggu lalu (6/7).
Dalam tinjauannya, Mendikdasmen melihat langsung kondisi perpustakaan sekolah yang terendam dan menyatakan kesiapannya memberikan bantuan rehabilitasi perpustakaan SMPN 16 Mataram. Termasuk bantuan buku-buku baru sebagai pengganti yang rusak.
“Kami siapkan bantuan untuk perpustakaan dan koleksi buku agar aktivitas belajar bisa kembali berjalan normal,” kata Mu’ti.
Ruang Perpustakaan SMPN 16 Mataram menjadi salah satu fasilitas yang paling parah terdampak. Selain buku-buku yang rusak, tembok pembatas sekolah juga roboh karena tidak mampu menahan derasnya luapan air sungai. Menanggapi hal ini, pemerintah pusat menyatakan siap turun tangan.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf menyampaikan bahwa sudah diajukan usulan anggaran ke Bappeda Kota Mataram.
Dari pendataan awal, terdapat 11 sekolah SD dan SMP terdampak banjir di Mataram, dengan kerusakan mayoritas pada meja, kursi, serta koleksi buku.
“Insya Allah untuk koleksi buku akan dibantu oleh kementerian,” ucap Yusuf.
Tak hanya kerusakan perpustakaan, Yusuf menyebutkan bahwa enam sekolah mengalami kerusakan fisik pada tembok pembatas.
Untuk kebutuhan ini, Dinas Pendidikan akan mengusulkan anggaran lewat skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 500 juta untuk rehabilitasi sekolah terdampak banjir.
Dengan komitmen pemerintah pusat dan daerah, rehabilitasi perpustakaan SMPN 16 Mataram diharapkan bisa segera direalisasikan. Sehingga siswa bisa kembali menikmati fasilitas literasi yang memadai.
Editor : Siti Aeny Maryam