Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMPN 15 Mataram Batasi Siswa Baru Demi Fokuskan Mutu Pendidikan

Ali Rojai • Kamis, 17 Juli 2025 | 18:23 WIB
Sejumlah siswa SMPN 15 Mataram bermain saat jam istirahat, belum lama ini.
Sejumlah siswa SMPN 15 Mataram bermain saat jam istirahat, belum lama ini.

LombokPost- SMPN 15 Mataram (Spenlibels) mengambil langkah tegas di tahun ajaran 2025/2026. Dengan membatasi jumlah siswa baru, sekolah yang lokasinya di Jalan Pejanggik, Mataram ini ingin fokus pada peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran.

Kebijakan pembatasan siswa ini diyakini akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, efektif, dan personal.

Langkah strategis tersebut lahir dari hasil evaluasi internal yang menyimpulkan kelas besar menyulitkan guru dalam memberi perhatian maksimal kepada setiap siswa.

Kepala SMPN 15 Mataram Sri Wahyu Indriani menuturkan, pembatasan jumlah siswa akan memberi ruang bagi guru untuk fokus pada perkembangan individu siswa.

“Dengan pembatasan jumlah siswa baru, mutu pendidikan bisa ditingkatkan. Guru lebih leluasa mengajar, mendampingi, dan mengevaluasi,” ujar Yayuk, sapaan klaribnya.

Diutarakan, rasio guru dan siswa yang lebih ideal akan meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.

Ia menyebutkan, jumlah siswa yang diterima pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebanyak 440 siswa, terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel).

“Setiap rombel kita isi 40 siswa,” cetus Yayuk.

Selain meningkatkan fokus guru, ia juga ingin memastikan seluruh siswa mendapat akses yang merata terhadap fasilitas sekolah.

Pembelajaran yang berkualitas hanya bisa dicapai bila sarana digunakan optimal tanpa harus dibagi untuk jumlah siswa yang terlalu besar.

Proses seleksi siswa baru dirancang secara transparan dan akuntabel. Yayuk memastikan siswa yang diterima memenuhi kriteria.

Ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi.

“Kami ingin SMPN 15 Mataram menjadi contoh bahwa pendidikan yang bermutu tidak bisa dibangun hanya dengan mengejar jumlah siswa, tapi harus diawali dari kualitas,” tegas Yayuk.

Ia berharap kebijakan ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik dan menjadikan mutu sebagai prioritas utama dalam setiap proses belajar mengajar.

Editor : Pujo Nugroho
#SMPN 15 Mataram #SPMB 2025 #tingkatkan mutu #batasi siswa #evaluasi #siswa baru