LombokPost- Banjir yang melanda Kota Mataram pada awal Juli 2025 menyisakan dampak serius bagi dunia pendidikan. SDN 42 Cakranegara menjadi salah satu sekolah yang paling parah terdampak.
Fasilitas sekolah rusak akibat banjir, mulai dari buku pelajaran, bangku, meja, hingga alat elektronik yang tak terselamatkan karena terendam air bercampur lumpur.
Fasilitas SDN 42 Cakranegara rusak akibat banjir, termasuk seluruh ruang kelas yang terendam hingga setinggi lutut orang dewasa.
“Buku pelajaran, buku cerita di perpustakaan, bangku, meja, dan perangkat belajar lainnya banyak yang rusak dan tidak bisa digunakan,” kata Kepala SDN 42 Cakranegara Syamsudin, Selasa (22/7).
Ia berharap ada bantuan rehabilitasi sekolah, terutama untuk penyediaan buku-buku baru, penggantian meja dan kursi, serta perangkat belajar yang rusak.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah daerah dan pusat,” harap Syamsudin.
Menanggapi kondisi fasilitas sekolah rusak akibat banjir, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram langsung mengambil langkah cepat. Sekolah-sekolah terdampak, termasuk SDN 42 Cakranegara sudah didata kerusakannya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bappeda Kota Mataram untuk mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi sekolah terdampak banjir. Semua laporan kerusakan dari sekolah-sekolah sudah kami terima,” jelas Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram Syarafudin.
Ia memastikan, Pemkot Mataram akan memperjuangkan agar bantuan segera turun.
“Sudah kita usulkan sekolah yang terdampak banjir untuk mendapat bantuan,” pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post