LombokPost- Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang jatuh pada 23 Juli 2025 dipusatkan di Pulau Sumbawa.
Momen ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk melawan perundungan atau bullying di kalangan pelajar.
Masih maraknya perundungan di sekolah menjadi sorotan utama dalam peringatan HAN 2025 di NTB. Fenomena bullying ini bahkan kerap muncul saat masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa baru.
“Perundungan masih jadi tantangan besar. Untuk itu kami akan menguatkan program pembinaan khusus agar sekolah menjadi tempat yang aman bagi anak-anak,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Abdul Aziz, Selasa (22/7).
Dikbud NTB telah menyiapkan program pembinaan anti perundungan yang akan digulirkan ke seluruh sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
Langkah ini sebagai bentuk komitmen menyambut HAN. Sekaligus sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif.
Menurut Aziz, program ini tak hanya berfokus pada siswa sebagai korban atau pelaku perundungan. Tetapi juga melibatkan guru, orang tua, dan seluruh ekosistem pendidikan.
“Kami ingin membangun budaya sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan,” kata Aziz.
Dalam peringatan HAN 2025 di NTB ini, isu perundungan di sekolah akan menjadi salah satu tema utama yang diangkat dalam berbagai forum diskusi, kampanye, dan aksi simbolik di Kabupaten Sumbawa.
Dengan peringatan HAN yang mengusung semangat anti perundungab diharapkan semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat bisa bersinergi menciptakan NTB sebagai provinsi ramah anak.**
Editor : Redaksi Lombok Post