LombokPost- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya.
Melalui kegiatan bertajuk “Mengaji, Berbagi, dan Santunan Anak Yatim Piatu”, PGRI Lobar menyantuni 150 anak yatim piatu dari seluruh kecamatan di Lombok Barat.
Kegiatan sosial ini digelar di Aula Kantor Bupati Lobar kemarin (23/7) sebagai wujud nyata kepedulian guru di luar ruang kelas.
Acara berlangsung kolaboratif, melibatkan organisasi wanita Islam provinsi NTB, Baznas Lobar, serta Pemkab Lobar.
Ketua PGRI Lobar Akhmad Sujai mengatalan, kegiatan santunan anak yatim piatu ini merupakan bagian dari 15 program utama PGRI, khususnya dibidang pengabdian kepada masyarakat.
“Guru tak hanya mendidik di sekolah, tapi juga punya peran sosial. Kegiatan ini bukti bahwa guru hadir untuk semua lapisan masyarakat,” ujar Sujai.
Sebanyak 150 anak yatim piatu jenjang SD dan SMP dari 10 cabang PGRI Lobar mendapatkan alat tulis dan dana pembinaan. Tiap cabang menyumbang 15 anak binaan.
Santunan ini menjadi bentuk dukungan konkret PGRI terhadap pendidikan anak yatim piatu agar tetap berlanjut tanpa hambatan.
Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini yang hadir langsung dalam kegiatan memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai kegiatan santunan ini mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian sosial. Serta sinergi antara organisasi profesi, ormas keagamaan, dan lembaga zakat.
“Ini kegiatan yang penuh nilai. Saya harap semangat kolaborasi ini terus dijaga. Bahkan saya ajak semua guru ASN/PPPK di Lobar menjadi bapak asuh minimal untuk satu anak yatim piatu hingga perguruan tinggi,” ucap Zaini.
Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Kadis Dikbud Lobar, Ketua Dewan Pendidikan, hingga Ketua Baznas dan Ketua Organisasi Wanita Islam NTB turut hadir memberi dukungan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan santunan secara simbolis, menciptakan suasana penuh haru dan kebersamaan.
Momen ini membuktikan bahwa nilai gotong royong dan kolaborasi masih tumbuh kuat di Lobar.
Editor : Pujo Nugroho