LombokPost- Pascasarjana Universitas Mataram (Unram) menggelar Seminar Nasional bertema ‘Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Ketahanan Pangan dan Energi’ di Hotel Prime Park, Kamis lalu (24/7).
Seminar ini menjadi forum ilmiah penting membahas solusi teknologi ramah lingkungan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi di Indonesia, khususnya di NTB.
Sebanyak 206 peserta dan pemakalah hadir dalam seminar nasional ini, sebagian besar berasal dari luar NTB seperti IPB, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Papua.
Direktur Pascasarjana Unram Prof. Dr. Aliefman Hakim menyampaikan, bahwa teknologi ramah lingkungan sangat relevan untuk menjawab tantangan krisis iklim, kelangkaan energi, dan kerawanan pangan global.
“Unram berkomitmen menjadi bagian dari solusi melalui riset interdisipliner, kolaborasi lintas sektor, dan penerapan teknologi yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan,” ungkapnya.
Rektor Unram Prof. Bambang Hari Kusumo juga hadir dan menegaskan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan tidak hanya dalam tataran konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Ia mencontohkan potensi pemanfaatan energi panas bumi, mikrohidro, hingga turbin angin skala kecil untuk masyarakat pedesaan.
“Di NTB kita punya potensi besar. Kita bisa mulai dari panel surya rumah tangga, turbin angin mini untuk tambak udang, hingga biomaterial laut. Kampus harus jadi pelopor perubahan,” tegas Prof Bambang.
Seminar nasional Pascasarjana Unram ini juga menghadirkan empat keynote speaker yang mengulas berbagai isu strategis. Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, M.S, tenaga Ahli Menteri Pertanian yang membahas kemandirian pangan untuk martabat bangsa, Prof. Dr. Cuk Sapriyadi Ali Nandar, S.T., M.Eng, kepala OR Energi dan Manufaktur BRIN membahas kemandirian energi nasional.
Niken Arumdati, S.T., M.Sc, sekretaris Dinas ESDM NTB membahas teknologi ramah lingkungan untuk energi NTB dan Prof. Dr. Sitti Hilyana, M.Si, wakil Rektor I Unram membahas potensi biomaterial laut untuk ketahanan pangan.
Seluruh paparan dimoderatori oleh Prof. Ir. Muhammad Sarjan, Ph.D. dan dilanjutkan dengan diskusi paralel yang menampilkan berbagai hasil riset.
Seminar nasional Pascasarjana Unram ini juga membuka peluang penandatanganan MoA dengan delapan program studi dan menjajaki kerja sama antar institusi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB H Aidy Furqan mengapresiasi peran perguruan tinggi. Ia menegaskan, bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi, konsumsi, dan pengelolaan limbah pangan.
“Kami terbuka untuk kolaborasi, termasuk pemanfaatan lahan pemerintah untuk riset,” ujar Aidy.
Seminar nasional ini diakhiri dengan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis teknologi ramah lingkungan yang diharapkan mendukung ketahanan pangan dan energi di NTB dan nasional.
Pascasarjana Unram menegaskan akan terus memainkan peran strategis dalam riset dan pengembangan teknologi untuk masa depan berkelanjutan.
Editor : Siti Aeny Maryam