LombokPost- Sebanyak 18 calon kepala SMA/SMK/SLB negeri di NTB dinyatakan lolos seleksi dan akan segera mengikuti diklat kepala sekolah.
Tahapan diklat ini merupakan bagian akhir dari proses panjang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB.
“Sekarang tinggal menunggu jadwal resmi diklat calon kepala sekolah dari BGTK NTB,” kata Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Mataram-Lombok Barat Dikbud NTB Mujahiddin, Kamis (7/8).
Menurutnya, para calon kepala SMA/SMK/SLB negeri yang lolos ini merupakan guru-guru senior, banyak diantaranya yang sudah menjalani tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di SMA, SMK, maupun SLB Negeri.
Pengalaman mereka dalam menangani tugas-tugas manajerial di sekolah menjadi nilai plus dalam proses seleksi.
“Sebagian besar pernah jadi wakil kepala sekolah. Jadi secara manajerial, mereka sudah sangat siap,” tambah Mujahiddin.
Dari total 18 calon kasek yang lolos seleksi, tujuh diantaranya berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat. Meski begitu, jumlah tersebut masih belum ideal untuk menutupi kebutuhan sekolah-sekolah yang saat ini belum memiliki kepala sekolah definitif.
“Setidaknya ada 40 sekolah negeri yang masih lowong. Ini jadi tantangan tersendiri,” kata Mujahiddin.
Karena itu ia berharap para guru yang sudah memiliki sertifikat calon kepala sekolah hasil diklat nanti bisa segera diangkat menjadi kasek definitif.
Ia menyebutkan, jika guru yang sempat jadi kasek bisa diangkat kembali maka guru Plt yang sudah bersertifikat pun harusnya punya peluang yang sama.
“Apalagi mereka sudah membuktikan bisa membuat sekolah tetap kondusif,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB Supriadi menegaskan, pelaksanaan diklat kepala sekolah sepenuhnya menjadi wewenang BGTK NTB.
“Kami tinggal menunggu jadwal resmi dari pusat,” ujar Supriadi.
Kegiatan diklat ini menjadi syarat utama sebelum para calon kasek diangkat secara resmi menjadi pimpinan di satuan pendidikan.
Diharapkan, kedepan proses pengangkatan kepala sekolah di NTB bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Terutama untuk mengisi kekosongan di sekolah-sekolah yang membutuhkan kepemimpinan baru.(*)
Editor : Prihadi Zoldic