Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Generasi Muda Agen Perubahan Krisis Iklim, Unram Suarakan Alarm Bumi

Ali Rojai • Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:48 WIB
Wakil Rektor Bidang Akademik Unram Prof. Dr. Sitti Hilyana (atas podium) pada seminar nasional krisis iklim di Unram, Selasa lalu (19/8). Generasi muda diminta jadi agen perubahan krisis iklim.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unram Prof. Dr. Sitti Hilyana (atas podium) pada seminar nasional krisis iklim di Unram, Selasa lalu (19/8). Generasi muda diminta jadi agen perubahan krisis iklim.

LombokPost - Generasi muda agen perubahan krisis iklim menjadi sorotan dalam Seminar Nasional Krisis Iklim di Universitas Mataram (Unram), Selasa lalu (19/8).

Acara ini digelar International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Indonesia Local Committee (LC) Unram bersama Institut Hijau Indonesia (IHI) untuk membangun kesadaran dan memperkuat peran mahasiswa menghadapi perubahan iklim Indonesia.

Seminar bertajuk Alarm Krisis Iklim dan Dialog Kaum Muda ini menjadi bagian dari Roadshow Kampus dan Komunitas Pemuda. Forum ini menghadirkan dialog setara antara mahasiswa, akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat sipil.

Tujuannya, menegaskan peran generasi muda sebagai agen perubahan krisis iklim, bukan sekadar penerima informasi.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unram Prof Dr Sitti Hilyana mengapresiasi inisiatif ini. Ia menyebut mahasiswa harus hadir di tengah isu global.

“Mahasiswa bukan sekadar penerima informasi. Mereka agen perubahan yang menentukan masa depan bangsa. Dengan hadir dalam aksi nyata krisis iklim, persoalan ini bisa ditangani lebih baik,” tegas Prof Hilyana.

Ia menekankan peran perguruan tinggi. Menurutnya, universitas tak hanya mencetak lulusan, tetapi harus menjadi motor inovasi.

“Unram berada di posisi strategis dengan kekayaan ekologi, dari Rinjani hingga pesisir. Semua bisa jadi laboratorium hidup mahasiswa menghadapi krisis iklim,” ujar Prof Hilyana.

Indonesia sendiri tengah menghadapi Triple Planetary Crisis, krisis iklim, polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Kondisi ini berdampak besar bagi petani, nelayan, perempuan, masyarakat adat, dan terutama generasi muda.

Laporan Environmental Outlook 2024 IHI juga menegaskan kepedulian anak muda terhadap isu lingkungan.

Dari 28.763 responden, masalah yang disorot antara lain sampah (28%), pencemaran (18,5%), perubahan iklim (13,5%), dan deforestasi (11,1%).

Melalui kegiatan ini, IAAS Indonesia LC Unram dan IHI menegaskan, generasi muda agen perubahan krisis iklim.

Mereka harus mengambil peran strategis dalam membangun masa depan lingkungan Indonesia yang berkelanjutan. Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (*)

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#krisis iklim #Unram #IAAS LC Unram #Universitas Mataram #seminar nasional #generasi muda #agen perubahan #alarm bumi #Institut Hijau Indonesia