LombokPost- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB memastikan pergeseran kepala SMK menjadi keharusan.
Langkah ini diambil setelah dilakukan pemetaan terhadap kepemimpinan sejumlah kepala sekolah (kasek) SMK di berbagai daerah.
Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB Supriadi menegaskan, pergeseran kepala SMK dilakukan untuk menciptakan suasana baru di sekolah.
Bahkan, jika ada kepala sekolah yang tidak memiliki jiwa manajerial atau gagal membawa sekolah maju maka bisa dikembalikan menjadi guru.
“Pergeseran kepala SMK itu harus. Tujuannya agar sekolah punya suasana baru dan kepemimpinan yang lebih segar,” ujar Supriadi.
Menurutnya, jabatan kepala SMK maksimal hanya boleh empat tahun di satu sekolah. Setelah itu, rotasi diperlukan agar ada pembaharuan kepemimpinan dan kesempatan bagi guru potensial yang sudah bersertifikat calon kepala sekolah.
Supriadi juga menekankan pentingnya peran kepala SMK dalam menjalin kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Kepala SMK tidak bisa hanya duduk diam di sekolah, melainkan harus aktif membangun link and match dengan DUDI.
“Konsep SMK itu harus link and match dengan DUDI. Jadi kepala sekolah harus mampu membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri,” tegasnya.
Dengan pergeseran kepala SMK ini Supriadi berharap, manajemen sekolah semakin profesional, link and match dengan DUDI semakin kuat.Serta kualitas pendidikan vokasi di NTB makin meningkat.
Editor : Siti Aeny Maryam