LombokPost- Upaya membentuk karakter siswa terus dilakukan SMPN 21 Mataram. Sekolah ini menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (Brus) dengan menggandeng penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekarbela dan Ampenan.
Program Brus dilaksanakan Senin hingga Kamis usai jam belajar formal. Pembina Brus SMPN 21 Mataram Shufiyati Kamala Hayati menjelaskan, bahwa seluruh siswa kelas VII hingga IX wajib mengikuti kegiatan ini.
Setiap hari memiliki fokus berbeda, Senin belajar fiqih, Selasa aqidah, Rabu akhlak, dan Kamis tahsin.
“Awalnya hanya untuk kelas VII, tapi kini semua siswa ikut Brus berkat kerja sama dengan penyuluh KUA Sekarbela dan Ampenan,” ujar Shufiyati.
Dari hasil program Brus, ditemukan masih ada siswa yang belum bisa membaca Alquran karena tidak pernah mengaji di lingkungannya.
“Kami targetkan, lulusan SMPN 21 Mataram bisa membaca Alquran dengan baik,” tegas Shufiyati.
Pendampingan Brus dilakukan langsung oleh penyuluh KUA. Mereka tidak hanya mengajarkan mengaji, tapi juga membekali siswa dengan ilmu fiqih, akhlak, dan tahsin.
Plt Kepala SMPN 21 Mataram Hj. Rohana Helmi menilai program Brus sangat penting.
“Anak zaman sekarang tidak cukup hanya pintar, tapi juga harus punya akhlak dan karakter. Brus ini bukan hanya mengajarkan mengaji, tetapi juga membentengi siswa dari pergaulan bebas dan kenakalan remaja,” jelas Rohana.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KUA Sekarbela dan Ampenan yang konsisten mendampingi siswa.
Dengan adanya Brus diharapkan SMPN 21 Mataram dapat melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*)
Editor : Pujo Nugroho