LombokPost - Kelompok Ternak Milenial Sukses Bersama di Desa Arjangka, Kecamatan Pringgarata, kini tengah menjalani transformasi signifikan menuju peternakan modern.
Perubahan ini terjadi melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), bersumber dari dana Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
“Program bertajuk transformasi peternakan melalui implementasi teknologi fermentasi pakan, manajemen keuangan, dan pemasaran digital,” terang Ketua pelaksana PKM Ummat Novi Yanti Sandra Dewi, Senin (25/8).
Ini hadir sebagai solusi konkret terhadap berbagai tantangan klasik yang selama ini dihadapi peternak, seperti keterbatasan pakan saat musim kemarau, belum adanya pencatatan keuangan yang memadai, serta pemasaran yang masih terbatas secara konvensional.
Dalam pelaksanaannya, peternak muda mendapatkan pendampingan dalam berbagai aspek penting. Di bidang pakan, mereka dilatih untuk mengoperasikan mesin pencacah jerami padi dan menerapkan teknologi fermentasi guna meningkatkan nilai gizi dan daya cerna pakan.
Selain itu, kelompok juga dibimbing dalam pembuatan bank pakan sebagai strategi ketahanan pasokan di musim kering. Dari sisi manajemen usaha, para peternak diperkenalkan pada aplikasi keuangan digital SiApik yang memungkinkan pencatatan arus kas, secara sistematis serta pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga.
“Hal ini menjadi langkah awal dalam profesionalisasi pengelolaan usaha peternakan,” jelasnya.
Sementara dalam aspek pemasaran, pelatihan dilakukan melalui pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jaringan pasar serta memangkas rantai distribusi yang selama ini cukup panjang.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi kampus dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “Kami ingin menghadirkan solusi yang langsung menjawab kebutuhan peternak. Dengan teknologi fermentasi pakan, pembukuan digital, dan pemasaran online, mereka bisa lebih mandiri dan usahanya berkelanjutan,” terangnya.
Muliatiningsih, anggota tim pelaksana PKM Ummat yang membidangi teknologi pakan, mengatakan potensi peternak di Desa Arjangka sangat besar.
“Dengan mesin pencacah dan fermentasi jerami, produktivitas pakan bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Ini sangat penting terutama untuk menghadapi musim kemarau,” ujarnya.
Baca Juga: UMMAT Dorong Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Bantuan Senilai Rp 21 Juta di Momen Milad ke-45
Sementara itu, Ahadiah Agustina, selaku anggota yang menangani aspek keuangan, menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi peternak. Menurutnya, selama ini peternak kesulitan membedakan keuangan pribadi dan usaha.
“Dengan aplikasi SiApik, mereka sekarang bisa membuat laporan keuangan sederhana sesuai standar perbankan, yang penting untuk mengakses permodalan dari lembaga keuangan," terangnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas peternak, tetapi juga mendukung agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari swasembada pangan, penguatan ekonomi desa, hingga pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Ketua Kelompok Ternak Sukses Bersama Multazam menyambut baik program tersebut. Ia mengakui sebelumnya pemasaran hewan ternak hanya dilakukan secara lokal dengan proses distribusi yang panjang.
"Lewat program ini, kami belajar membuat pakan bernutrisi, mencatat keuangan secara rapi, dan memasarkan sapi lewat media digital. Kami merasa lebih percaya diri untuk bersaing di pasar yang lebih luas," katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam