LombokPost- Pasca aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Polda NTB dan Gedung DPRD NTB pada Sabtu (30/8), situasi Kota Mataram masih menyisakan rasa tidak nyaman bagi masyarakat.
Kerusuhan tersebut menyebabkan belasan massa aksi mengalami luka-luka, bahkan gedung DPRD NTB terbakar.
Menyikapi kondisi ini, Persatuan Guru Agama (PGA) Kota Mataram mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya lingkungan sekolah agar tetap menjaga kondusivitas pasca demo ricuh di DPRD NTB.
Ketua PGA Kota Mataram Abd Hayi mengingatkan, semua pihak agar menahan diri dan tidak terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurut Hayi, penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa merupakan hak masyarakat. Namun, aspirasi tersebut harus dilakukan dengan cara damai, tanpa anarkisme.
“Kita mendukung demonstrasi sebagai bentuk aspirasi dan rasa keadilan. Tetapi sikap anarkis dan kekerasan tidak bisa dibenarkan,” tegas Hayi, Senin (1/9).
Ia menilai sikap anarkis serta perusakan fasilitas publik justru akan merugikan masyarakat. Karena itu, semua pihak, baik masyarakat, aparat TNI/Polri, maupun pemerintah harus bekerja sama menjaga suasana damai.
“Semua pihak harus bersatu menciptakan Kota Mataram dan NTB yang tetap kondusif, aman, dan nyaman,” ujar Hayi.
Selain itu, PGA Kota Mataram juga mendukung langkah tegas kepolisian dalam menindak pelaku kerusuhan.
Hayi menegaskan, pihaknya sepakat agar oknum-oknum yang melakukan perusakan, penjarahan, dan pembakaran fasilitas publik diusut hingga tuntas.
“Kami mendukung TNI dan Polri untuk menindak tegas perusuh. Karena tindakan itu telah merusak nama baik Lombok yang menjunjung nilai luhur dan etika,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam