LombokPost- Kondisi memprihatinkan terjadi di SMPN 12 Mataram. Puluhan siswa tercatat belum bisa membaca.
Plt Kepala SMPN 12 Mataram Abdul Kadir menyebutkan, awalnya hanya tujuh siswa teridentifikasi, namun setelah pendataan jumlahnya bertambah menjadi 20 siswa.
Untuk menangani masalah ini, sekolah sudah membentuk tim khusus dari guru Bahasa Indonesia.
Tim bertugas memberikan pembinaan intensif bagi siswa yang belum bisa membaca.
“Siswa ini dikelompokkan menjadi tiga kategori, ada yang belum lancar membaca, belum bisa membaca suku kata, dan belum bisa membaca kata,” jelas Kadir.
Pembinaan dilakukan di luar jam pelajaran formal. Baik sebelum jam belajar dimulai maupun setelah pulang sekolah.
Dengan pola ini diharapkan siswa bisa mengejar ketertinggalannya.
“Siswa harus tuntas bisa membaca. Percuma belajar bahasa Inggris kalau membaca bahasa Indonesia saja belum bisa,” tegasnya.
Ia menegaskan, program ini untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa agar tidak ada lagi yang tertinggal.
Editor : Siti Aeny Maryam