LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mulai menyosialisasikan program wajib belajar 13 tahun.
Program ini merupakan perluasan dari wajib belajar 9 tahun menjadi 13 tahun, dengan tambahan satu tahun pra sekolah di PAUD atau TK.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf menjelaskan, wajib belajar 13 tahun mencakup pendidikan dasar enam tahun di SD, tiga tahun SMP, tiga tahun SMA, dan satu tahun pra sekolah di PAUD atau TK.
“Ke depan, anak yang mau masuk SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) harus ada keterangan sudah menempuh pra sekolah di TK, PAUD, atau RA (Raudhatul Athfal),” tegasnya, Selasa (9/9).
Menurut Yusuf, sosialisasi wajib belajar 13 tahun penting agar masyarakat memahami peran pra sekolah dalam tumbuh kembang anak. Generasi emas 2045 sangat ditentukan dari pendidikan usia dini.
“Ini akan kita sosialisasikan secara luas. Harapannya, setiap anak yang masuk SD sudah melewati PAUD atau TK,” katanya.
Kabid PAUD dan PNF Disdik Kota Mataram Sabariah menambahkan, suksesnya wajib belajar 13 tahun butuh dukungan masyarakat.
Ia mendorong partisipasi aktif orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga swasta untuk menyukseskan program ini.
“Kami juga terus meningkatkan fasilitas serta kualitas tenaga pendidik di PAUD/TK agar semua anak mendapat kesempatan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Dengan wajib belajar 13 tahun, Pemkot Mataram menegaskan komitmennya membangun generasi muda yang cerdas, terampil, dan berdaya saing.
Program ini diharapkan menjadi langkah besar dalam menyiapkan SDM menuju Indonesia Emas 2045.(*)
Editor : Prihadi Zoldic