LombokPost – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar program Peningkatan Literasi Siswa bagi 180 siswa SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dari berbagai sekolah di DKI Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada 11-12 September 2025 ini bertujuan mencetak generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen.
Tetapi juga produsen konten digital yang kreatif dan bertanggung jawab.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa teknologi informasi memiliki dua sisi. "Jika tidak ada ruang, batas, aturan, dan pengawasan dari orang tua, teknologi justru bisa menjadi bumerang bagi generasi muda," ujarnya.
Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi panduan agar siswa memanfaatkan teknologi secara bijak.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teknis produksi, tetapi juga menanamkan kecintaan pada Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.
Baca Juga: Pelindo Perkuat Kapasitas Warga Promosikan Desa Wisata Senteluk Dengan Pelatihan konten Kreator
Para peserta mendapatkan materi dari praktisi seperti Harry Widi Gunawan (Kreatif Kertas Putih Production) dan Teguh Setiawan (Institut Media Digital Emtek/IMDE) tentang strategi media, penulisan skrip, dan teknik produksi video untuk media sosial.
Siswa SMKN 46 Jakarta, mengaku pelatihan ini mengubah cara pandangnya.
Awalnya mereka pikir membuat konten kebahasaan itu membosankan.
Tapi setelah dapat materi, ternyata sangat menarik.
Siswa kini lebih percaya diri untuk membuat konten edukatif dan bermanfaat yang bisa viral.
Konten kreator adalah individu atau kelompok yang menciptakan dan membagikan konten digital berupa tulisan, gambar, video, audio, atau kombinasi di platform online seperti media sosial, YouTube, atau blog, dengan tujuan menghibur, mengedukasi, atau menginspirasi audiens.
Profesi ini mencakup berbagai jenis kreator seperti YouTuber, blogger, podcaster, atau influencer, yang mengandalkan kreativitas, keterampilan, dan pemahaman tren untuk membuat konten yang orisinal dan menarik bagi pengikut mereka.
Editor : Pujo Nugroho