Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PGRI NTB Tegaskan Soliditas Lewat Konkerprov dan Porsenijar 2025, Klarifikasi Soal Pernyataan Bendahara

Ali Rojai • Senin, 15 September 2025 | 23:55 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) provinsi NTB menegaskan komitmen menjaga soliditas dan solidaritas organisasi melalui Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) dan Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) 2025.

Ketua PGRI NTB, Yusuf, mengajak seluruh pengurus dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk tetap bersatu dalam semangat gotong royong dan kebersamaan.

Ia menekankan, momentum Konkerprov dan Porsenijar 2025 harus menjadi ajang memperkokoh persatuan para guru di NTB.

Dalam pernyataannya, Yusuf menyinggung musibah banjir yang melanda Kota Mataram beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bencana tersebut menjadi pelajaran penting bagi jajaran PGRI NTB untuk lebih bijak dalam berucap dan bertindak.

“Kita harus mengambil hikmah dari musibah banjir di Mataram. Setiap langkah dan pernyataan pengurus PGRI NTB harus mencerminkan kebersamaan serta mekanisme organisasi yang sehat,” ujarnya.

Terkait polemik pernyataan Bendahara PGRI NTB yang sempat menuai sorotan, Yusuf menegaskan hal itu belum mewakili sikap resmi organisasi.

Ia menekankan, ke depan setiap pernyataan resmi PGRI NTB akan disampaikan langsung oleh Ketua atau pihak yang mendapat mandat.

“Organisasi ini memiliki mekanisme yang jelas. Untuk itu, segala pernyataan resmi harus keluar dari Ketua PGRI NTB. Jika ada pengurus lain yang berbicara, maka harus atas mandat,” tegasnya.

Melalui Konkerprov dan Porsenijar 2025, Yusuf berharap seluruh pengurus semakin solid dan mampu menjaga marwah organisasi.

Ketua PGRI NTB Yusuf
Ketua PGRI NTB Yusuf

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ruang mempererat silaturahmi, memperkokoh solidaritas, dan meneguhkan komitmen PGRI NTB sebagai rumah besar guru,” tutupnya. (*)

Editor : Redaksi Lombok Post