LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meluncurkan program baru bernama Mataram Terampil.
Program ini menjadi langkah konkret untuk mengatasi persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Mataram melalui kursus keterampilan dan pendidikan nonformal berbasis zona kecamatan.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf menegaskan, fokus utama Mataram Terampil adalah pemetaan data ATS secara terintegrasi. Tidak hanya mencatat jumlah, tetapi juga memahami kebutuhan dan potensi mereka.
“Dengan sistem ini, ATS langsung diarahkan ke program keterampilan sesuai minat dan peluang kerja di wilayahnya. Jadi intervensinya lebih tepat sasaran,” ujar Yusuf, Kamis lalu (2/10).
Program Mataram Terampil menerapkan konsep berbasis zona kecamatan. Pelatihan disesuaikan dengan karakteristik ekonomi masing-masing wilayah.
Misalnya, di Kecamatan Sekarbela yang banyak UMKM kerajinan, program difokuskan pada pelatihan desain dan pemasaran digital. Sementara kecamatan yang dekat kawasan wisata diarahkan ke kursus bahasa asing dan hospitality.
Selain itu, Mataram Terampil juga menyediakan berbagai pelatihan vokasi bagi ATS. Mulai dari tata rias, tata boga, menjahit, hingga keterampilan lain yang dibutuhkan dunia kerja maupun usaha mandiri.
“Harapannya, ATS bukan hanya kembali mendapat pendidikan, tapi juga punya bekal keterampilan vokasional yang bisa langsung dipakai,” tambah Yusuf.
Kabid PAUD dan PNF Disdik Kota Mataram Sabariah menambahkan, program ini didesain agar para ATS siap masuk dunia kerja.
“Ini menjadi jembatan bagi generasi muda Mataram yang sempat putus sekolah untuk meraih masa depan lebih cerah,” tandas Yusuf.
Ia berharap dengan adanya Mataram Terampil, jumlah ATS bisa ditekan sekaligus melahirkan generasi muda yang terampil, mandiri, dan mampu berkontribusi pada pembangunan kota. (*)
Editor : Kimda Farida