LombokPost- Sentra Paramita Mataram bersama Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat (Lobar) menggelar kegiatan edukatif bertema sosial di SMPN 7 Mataram, Senin (13/10).
Kegiatan bertajuk “Recognizing Children's Voices in Social Development (Revise)” ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial siswa sejak dini dan menjadikan mereka agen perubahan sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kunjungan tim Sentra Paramita Mataram dan SRMP 18 Lobar disambut hangat Plt Kepala SMPN 7 Mataram Azizah Sholihah beserta jajaran guru. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak memahami berbagai isu sosial terkini yang relevan dengan kehidupan mereka.
Azizah menyampaikan rasa syukurnya atas kolaborasi ini.
Ia menilai kegiatan bersama Sentra Paramita Mataram dan SRMP 18 Lobar menjadi kesempatan emas bagi siswa untuk belajar mengenai isu sosial penting seperti pencegahan bullying, intoleransi, penyalahgunaan narkoba, dan kekerasan seksual.
“Siswa dari perwakilan kelas mendapat pemahaman berharga tentang bagaimana menumbuhkan empati kepada penyandang disabilitas, lansia, dan bagaimana menghindari perilaku menyimpang seperti bullying dan kekerasan,” ujar Azizah.
Selain edukasi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi khusus penunjukan duta siswa dalam berbagai bidang sosial, seperti Duta Lansia, Duta Anak, Duta Penyandang Disabilitas, Duta Anti Bullying, Duta Anti Intoleransi, dan Duta Anti Kekerasan Seksual.
Kepala SRMP 18 Lobar Satria Irwandi menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Turba (Turun ke Bawah) Kementerian Sosial yang dikemas dalam gerakan Generasi Peduli.
SMPN 7 Mataram dipilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program karena dianggap memiliki potensi besar dalam membentuk siswa yang aktif dan peka terhadap lingkungan sosialnya.
“Melalui edukasi sosial ini kami berharap para siswa dapat menularkan nilai-nilai empati dan kepedulian kepada teman sebaya mereka. Para duta sosial yang terbentuk akan menjadi motor penggerak perubahan di sekolah,” jelas Satria.
Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman turut hadir memberikan materi dan motivasi langsung kepada para siswa.
Ia menegaskan, bahwa penting bagi pelajar untuk memahami bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari langkah-langkah kecil di lingkungan sekolah.
Kegiatan kolaboratif Sentra Paramita Mataram dan SRMP 18 Lobar ini diharapkan menjadi model pembelajaran sosial yang inspiratif bagi sekolah lain.
Dengan membentuk agen perubahan sosial di kalangan pelajar, kegiatan ini menanamkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Melalui peran duta sosial di SMPN 7 Mataram diharapkan muncul generasi peduli yang mampu membawa pengaruh positif, menolak kekerasan, dan mendorong inklusi sosial di lingkungan pendidikan.(*)
Editor : Kimda Farida