LombokPost- Sebanyak 26 Sekolah Dasar (SD) di Kota Mataram hingga kini belum menerima bantuan smart board atau papan interaktif pintar dari pemerintah pusat.
Dari total 180 SD, baru 154 sekolah yang sudah menerima bantuan dan mulai menerapkan pembelajaran digital di kelas.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Mataram Syarafudin mengatakan, keterlambatan penyaluran smart board disebabkan oleh kendala ketersediaan barang dan proses distribusi nasional.
“Dari 180 SD, masih ada 26 SD yang belum menerima smart board. Ini karena distribusi dilakukan serentak ke seluruh Indonesia,” jelasnya Syarafudin, Rabu lalu (15/10).
Menurut Syarafudin, program bantuan smart board merupakan bagian dari kebijakan digitalisasi pembelajaran nasional.
Proses pengiriman alat ini tidak hanya ke Mataram, tetapi juga ke ribuan sekolah di berbagai provinsi.
“Skalanya besar, jadi butuh waktu agar semua sekolah mendapat jatah perangkat,” ujar Syarafudin.
Meski sebagian sekolah masih menunggu, Dinas Pendidikan Kota Mataram memastikan 154 SD penerima smart board sudah mengikuti pelatihan di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB. Guru-guru dilatih menggunakan perangkat tersebut dalam proses belajar berbasis teknologi.
Syarafudin berharap program smart board dapat meningkatkan literasi digital, numerasi, dan kemampuan adaptasi guru terhadap pembelajaran berbasis teknologi.
“Kami akan terus memantau 26 SD yang belum menerima karena bantuan ini langsung ke sekolah,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam