Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Tanggapan PGRI Kota Mataram Soal Dugaan Kasek Tampar Siswa, Kekerasan Bukan Cara Mendidik

Ali Rojai • Jumat, 17 Oktober 2025 | 20:27 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost- Menanggapi pemberitaan nasional tentang dugaan kepala sekolah (kasek) yang menampar siswa di Banten, PGRI Kota Mataram mengimbau semua pihak menunggu hasil klarifikasi faktual dan objektif sebelum mengambil kesimpulan.

Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto menegaskan pentingnya proses penyelidikan yang menyeluruh agar persoalan tersebut diselesaikan secara adil, proporsional, dan sesuai aturan.

“Kami minta semua pihak untuk tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta dan kronologi kejadian diperoleh secara utuh,” ujar Imam.

Menurutnya, klarifikasi harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan, orang tua siswa, hingga saksi agar hasilnya benar-benar objektif.

Ia menegaskan, tindakan kekerasan fisik dalam pendidikan tidak dapat dibenarkan, termasuk dugaan tindakan menampar siswa. “Sebagai organisasi profesi guru, PGRI berpegang teguh bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun bukan bagian dari metode pembinaan yang mendidik,” tegas Imam.

Imam menjelaskan, dunia pendidikan harus dibangun atas dasar penghargaan terhadap martabat peserta didik dengan pendekatan kasih sayang, komunikasi efektif, serta pembinaan karakter yang positif.

Ia juga mengajak semua pihak menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi bersama untuk memperbaiki sistem pembinaan di sekolah agar lebih humanis dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.

“Guru dan kepala sekolah memang memiliki tanggung jawab besar dalam membina kedisiplinan siswa, namun penegakan disiplin harus dilakukan dengan cara edukatif dan dialogis,” jelas Imam.

Selain itu, PGRI Kota Mataram berkomitmen memperkuat pembinaan bagi tenaga pendidik, terutama dalam hal manajemen kelas, komunikasi dengan siswa, serta pendekatan psikologis dalam membina peserta didik.

Tujuannya agar guru dan kepala sekolah dapat menangani dinamika di lingkungan pendidikan tanpa melibatkan emosi atau tindakan fisik yang tidak perlu.

PGRI juga mendorong agar siswa yang terlibat dalam kasus dugaan kekerasan ini mendapat pendampingan psikologis dan pembinaan sosial agar dapat kembali belajar dengan tenang.

Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto
Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto

“Pendidikan harus tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi seluruh peserta didik,” pungkas Imam.

Editor : Siti Aeny Maryam
#PGRI Kota Mataram #Tanggapan #tanggapi #Banten #mendidik #Kekerasan #tampar siswa #humanis #kesimpulan #Kasek