LombokPost- SDN 14 Cakranegara menjadi contoh nyata sekolah yang berhasil menerapkan kebersamaan dalam keberagaman.
Ditengah perbedaan suku, budaya, dan agama, sekolah ini justru tumbuh menjadi ruang belajar yang penuh toleransi, saling menghargai, dan menjunjung semangat persaudaraan.
Kepala SDN 14 Cakranegara Gusti Ayu Aryanthi menjelaskan, kebersamaan dalam keberagaman bukan sekadar slogan, tetapi menjadi budaya yang ditanamkan sejak dini kepada seluruh murid.
“Di sekolah ini, kami memiliki murid dari berbagai suku dan pemeluk agama berbeda. Namun, prinsip kami sederhana, kebersamaan justru tumbuh karena perbedaan,” ujar Aryanthi.
Menurutnya, penerapan toleransi di SDN 14 Cakranegara dilakukan secara nyata melalui berbagai kegiatan. Saat perayaan hari besar keagamaan, semua siswa terlibat tanpa membedakan keyakinan.
Bahkan, kegiatan seperti buka puasa bersama yang diikuti siswa muslim dan non-muslim menjadi momen berharga untuk mempererat rasa saling menghargai.
“Ketika kami mengadakan buka puasa bersama, semua anak ikut hadir. Mereka belajar bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling berbagi dan bersaudara,” tambahnya.
Langkah ini menjadikan SDN 14 Cakranegara sebagai sekolah yang mampu menciptakan lingkungan belajar inklusif dan harmonis.
Nilai-nilai pendidikan karakter, terutama toleransi dan kebersamaan dalam keberagaman tumbuh kuat di kalangan murid.
Selain membangun kedekatan antarmurid, program ini juga mempererat hubungan guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Sekolah berupaya menghadirkan kegiatan sosial yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan rasa saling menghormati.
Melalui komitmen kuat terhadap kebersamaan dalam keberagaman, SDN 14 Cakranegara terus menunjukkan bahwa harmoni lintas suku dan agama bisa terwujud di lingkungan pendidikan.
Editor : Siti Aeny Maryam