LombokPost- Ribuan pelajar SD dan SMP se-Kota Mataram memadati Jalan Pejanggik, Rabu (29/10). Mereka tampil memukau dalam Pawai Budaya Pelajar 2025 yang digelar Pemerintah Kota Mataram sebagai ajang menanamkan karakter, memperkuat kebhinekaan, dan melestarikan budaya lokal.
Pawai tahunan ini menjadi bukti komitmen Pemkot Mataram menjaga warisan budaya tak benda. Sekaligus mempererat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk karakter pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf mengatakan, pawai budaya tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Setiap kecamatan menampilkan budaya yang berbeda sebagai simbol keberagaman.
“Semua sekolah kita libatkan. Tujuannya memperkuat nilai gotong royong, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya,” ujar Yusuf.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wadah partisipasi masyarakat dan dunia pendidikan dalam melestarikan budaya daerah. Selain menampilkan kreativitas pelajar, pawai ini membuka ruang bagi seniman dan budayawan untuk berkolaborasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjadikan pawai budaya sebagai destinasi wisata edukatif dan budaya yang memperkuat citra Mataram sebagai kota pendidikan dan budaya,” terang Yusuf.
Tahun ini, masing-masing kecamatan menampilkan kekhasan budaya yang berbeda. Kecamatan Mataram menampilkan tradisi Nyongkolan, Selaparang dengan Maulidan, Sekarbela membawa Lebaran Topat.
Kecamatan Cakranegara menampilkan budaya Bali dan Lombok, Sandubaya mengusung tema Adat Nusantara, sementara Ampenan menampilkan nuansa Haji Tempo Dulu.
Pawai ini juga mendukung visi Pemkot Mataram untuk mewujudkan Mataram semakin HARUM (Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri).
Dengan semangat kebhinekaan, Yusuf berharap kegiatan ini dapat memperkuat identitas budaya daerah dan menegaskan Mataram sebagai kota berkarakter, berbudaya, dan berperadaban.
Editor : Siti Aeny Maryam