LombokPost--Universitas Bumigora menggelar kegiatan kuliah umum sekaligus edukasi literasi tentang Pencegahan Perkawinan Anak kepada Mahasiswa pada Senin kemarin (3/11), di Aula Sport Center kampus setempat.
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa lintas prodi dan fakultas di UBG ini menekankan pada upaya penulisan kritis oleh mahasiswa demi peningkatan peran pemuda dalam pencegahan perkawinan anak.
Yakni dengan menghimpun suara pemuda dalam bentuk narasi tulisan kritis non plagiarisme atau hasil pemikiran orisinil pribadi mahasiswa dalam mengkritisi isu-isu sosial yang berkembang di tengah Masyarakat NTB.
Melalui Pranala komunitas daring “Wikithons” dalam Platform digital BASANTB WIKI yang dijalankan oleh Youth Ecco Foundation.
Pendiri sekaligus Koordinator BASANTB WIKI, Walissa Tanaya Pramanasari, M.A., dalam pemaparannya pada kuliah umum tersebut, mengatakan, kegiatan ini merupakan proyek yang dijalankan oleh yayasannya dalam menghimpun suara pemuda untuk memberikan masukan terhadap isu-isu sosial.
Dimana hasilnya berupa karya tulis atau arsip, untuk diteruskan kepada para pemangku kepentingan di Masyarakat atau pelaksana kebijakan di tingkat Pemerintah.
“Jadi nanti kami harapkan melalui lomba Wikithon ini, para pemuda di sini dapat menanggapi dan memberikan solusi aksi atas masalah Perkawinan anak yang terjadi di NTB,” jelasnya.
Dijelaskan, Lomba Wikithon kali ini merupakan sebuah lomba partisipasi publik dalam bentuk tulisan yang secara khusus kali ini menyoroti tentang tingginya fenomena perkawinan anak di NTB.
Dikutip Berdasarkan data BPS 2023, dari sepuluh Provinsi di Indonesia, dengan kasus pernikahan anak terbanyak.
Provinsi NTB menempati urutan teratas nomer satu dengan persentase 17,32 persen dari rata-rata kasus nasional sebanyak 6,92 persen.
Sementara Data DP3AP2KB NTB menunjukan, (43 kasus perkawinan anak) hinga Mei 2025 dengan kabupaten BIMA sebagai daerah tertinggi kasus.
“Jadi justru karena data yang sudah terungkap dan juga fenomena yang sudah terjadi di dalam masyarakat itulah yang menjadi salah satu indikator urgensi dari isu ini,” beber Naya, sapaan karibnya.
Dekan Fakultas Humaniora, Hukum dan Pariwisata, Universitas Bumigora, Dr. Titik Ceriyani Miswaty, M.Pd, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rencana strategis yang dimiliki oleh fakultas yaitu pengembangan minat dan bakat mahasiswa.
Yakni dengan bagaimana mendorong pencapaian belajar mahasiswa untuk menjadi jurnalis atau memiliki kegemaran dalam menulis.
Dikarenakan ini juga merupakan penulisan kritis sehingga bukan suatu hal yang gampang yang bisa dilakukan oleh mahasiswa.
“Di kelas mereka mendapatkan teori, sedangkan disini adalah praktek profesionalnya,” katanya.
Secara khusus, pihak kampus menjalin kerjasama dengan mitra yang sudah merupakan ahli dalam bidang penulisan kritis yang bersinggungan dengan isu pernikahan anak.
Adapun tindak lanjut atau output yang diharapkan dari kegiatan penulisan kritis kali ini, kata Dekan Titik, dirinya akan mengajak mahasiswa untuk lebih banyak praktek dalam menulis argumen serta membuat paragraph yang koheren.
Tidak hanya tentang materi perkawinan ini saja melainkan juga dalam perspektif kasus yang lebih luas dan beragam kedepannya.
“Jadi tidak hanya putus disini saja, mereka sudah mulai praktek langsung,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida