LombokPost- SMPN 16 Mataram (Spenabels) terus berinovasi menumbuhkan budaya baca dan semangat literasi di kalangan siswa. Melalui program “Spenabels Bersama Buku”, sekolah ini berupaya mematahkan stigma bahwa Generasi Alpha tidak suka membaca dan lebih tertarik pada gawai.
Kepala SMPN 16 Mataram Burhanuddin mengatakan, program Spenabels Bersama Buku menjadi langkah strategis membangkitkan minat baca siswa.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa Generasi Alpha anti buku. Faktanya, mereka hanya perlu ruang yang menyenangkan untuk berinteraksi dengan buku,” ujar Burhan.
Program ini dilaksanakan setiap Sabtu selama tiga jam pelajaran. Memasuki pekan kedua pelaksanaan, antusiasme siswa meningkat signifikan.
Para guru menyaksikan bagaimana anak-anak yang semula jauh dari buku kini larut dalam bacaan pilihan mereka.
“Dari dialog kecil bersama siswa, kami tahu banyak yang sudah memiliki kebiasaan membaca yang baik,” kata Burhan.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa Generasi Alpha di SMPN 16 Mataram tetap mampu menikmati bacaan mendalam, bukan sekadar konten digital singkat. Menariknya, di tengah kegiatan literasi dan storytelling, beberapa siswa difabel tunawicara ikut berbagi cerita melalui bahasa isyarat.
Kegiatan inklusif ini merupakan hasil kolaborasi SMPN 16 Mataram dengan Lembaga Pendidikan Al-Quran Isyarat NTB, yang mendampingi siswa istimewa agar dapat berpartisipasi aktif dalam program literasi sekolah.
Dukungan juga datang dari komunitas literasi seperti Teman Baca NTB dan Langit Cerah Projek (LCP). Kedua komunitas ini membawa koleksi buku menarik dan menjadi fasilitator kegiatan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menghidupkan semangat literasi di sekolah kami,” ucap Burhan.
Editor : Siti Aeny Maryam