LombokPost- Guru Besar Universitas Mataram (Unram), Prof. Muhamad Ali, Ph.D, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Unram periode 2026–2030, Senin (10/11) bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Langkah ini menambah daftar calon yang siap memimpin Universitas Mataram (Unram) menuju kampus berkelas dunia.
Hingga Senin (10/11), sudah tiga calon Rektor Unram 2026–2030 yang mendaftar sejak masa penjaringan dibuka 27 Oktober lalu.
Pendaftaran akan ditutup pada 13 November 2025.
Panitia memastikan seluruh berkas Prof. Muhamad Ali telah lengkap.
Datang mengenakan kemeja putih sederhana, Prof Ali yang menjabat Dekan Fakultas Peternakan ini datang didampingi sejumlah dosen, alumni, tenaga kependidikan, dan tokoh profesi. Proses pendaftaran berlangsung lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Panitia penjaringan menyatakan berkas pendaftarannya memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Meski dikenal sebagai calon kuat Rektor Unram 2026–2030, Prof Ali justru tampil rendah hati. Tak ada baliho besar, tak ada kampanye terbuka. Ia memilih bekerja dalam diam, fokus menyiapkan konsep dan arah baru bagi masa depan Unram. Banyak pihak menjulukinya sebagai “kuda hitam”, tenang, tapi berpotensi mengejutkan diakhir tikungan.
Dalam visinya, Prof Muhamad Ali memaparkan lima program prioritas untuk mempercepat Unram menuju kampus kelas dunia.
Pertama, akselerasi daya saing global, memperkuat reputasi internasional dan jejaring kolaborasi riset.
Kedua, transformasi smart dan sustainable campus, membangun kampus cerdas digital dan ramah lingkungan.
Ketiga, kampus berdampak, menjadikan kegiatan akademik selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Keempat, academic milieu, menciptakan atmosfer akademik yang sehat, kolaboratif, dan inspiratif.
Kelima, kampus innopreneurial, mendorong inovasi dan kewirausahaan di kalangan dosen dan mahasiswa.
“Kalau semua program ini berjalan, saya yakin Unram akan menjadi rumah besar bagi pencari ilmu sekaligus pusat inovasi yang membanggakan NTB dikancah nasional dan global,” ujar Prof Ali.
Dikenal sebagai sosok yang tenang dan visioner, Prof Ali bukan tipe yang haus jabatan.
Beberapa kali ia dipercaya menjadi pelaksana tugas (Plt) diposisi strategis, sebuah amanah yang menandakan tingkat kepercayaan tinggi terhadap kapasitas dan integritasnya.
Sebagai suami dari Prof. Dr. Embun Suryani, S.E., M.Si., Ph.D, Prof Ali dikenal sebagai figur yang saling menopang dalam karir dan pengabdian akademik.
Di rumah, ia sosok ayah hangat dan rendah hati yang melihat keberhasilan sebagai amanah untuk memberi manfaat bagi banyak orang.
Inspirasi Prof Ali juga menjalar dilingkungan keluarganya.
Bagi keluarga besarnya, dunia pendidikan bukan sekadar profesi, tetapi tradisi pengabdian yang diwariskan turun-temurun.
Sosoknya menjadi panutan, motivator, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan berinovasi.
Dengan bekal pengalaman, visi global, dan karakter kepemimpinan yang kuat, Prof Ali diyakini menjadi salah satu figur paling berpeluang membawa Unram naik kelas dari kampus regional menjadi kampus berkelas dunia.(*)
Editor : Kimda Farida