Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program Revise di SMPN 12 Mataram Kuatkan Gerakan Anti Bullying dan Karakter Sosial Siswa

Ali Rojai • Jumat, 14 November 2025 | 19:14 WIB
Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman (tiga dari kiri) foto bersama guru dan siswa SMPN 12 Mataram. Program Revise di SMPN 12 Mataram kuatkan gerakan anti bullying dan karakter sosial siswa.
Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman (tiga dari kiri) foto bersama guru dan siswa SMPN 12 Mataram. Program Revise di SMPN 12 Mataram kuatkan gerakan anti bullying dan karakter sosial siswa.

LombokPost- Program Recognizing Children’s Voices in Social Development (Revise) di SMPN 12 Mataram kembali menjadi penggerak edukasi sosial bagi para pelajar.

Program yang digagas Sentra Paramita Mataram ini dirancang untuk memperkuat kepedulian sosial sejak dini serta menanamkan karakter positif kepada siswa.

Melalui Program Revise di SMPN 12 Mataram para pelajar diajak memahami isu-isu sosial yang relevan termasuk gerakan anti bullying, intoleransi, dan perlindungan terhadap anak.

Program Revise disambut baik Plt Kepala SMPN 12 Mataram Abdul Kadir bersama para guru. Dalam sesi edukasi siswa mendapatkan pemahaman mengenai bullying, penyalahgunaan narkoba, intoleransi, hingga kekerasan seksual. Materi ini menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.

Menurut Kadir, Program Revise di SMPN 12 Mataram adalah kesempatan untuk memperkuat karakter sosial. Program ini tidak hanya fokus pada pencegahan bullying tetapi juga membangun empati terhadap penyandang disabilitas dan lansia.

“Program ini memberikan nilai penting tentang bagaimana siswa bisa belajar menghargai sesama dan menjauhi perilaku merugikan,” ujar Kadir.

Selain edukasi Program Revise juga melahirkan sejumlah duta siswa di berbagai bidang sosial. Mereka adalah Duta Anti Bullying, Duta Lansia, Duta Anak, Duta Penyandang Disabilitas, Duta Anti Intoleransi, dan Duta Anti Kekerasan Seksual. Para duta ini diharapkan menjadi motor penggerak perubahan dan menularkan nilai empati kepada teman sebaya.

Kadir menegaskan hadirnya para duta sosial merupakan langkah konkret memperkuat budaya positif di sekolah.

Ia berharap program ini terus berkembang dan melibatkan lebih banyak siswa agar gerakan anti bullying semakin kuat di lingkungan sekolah.

Melalui Program Revise pihak sekolah berkomitmen menciptakan ruang belajar yang aman, ramah anak, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Program ini menjadi langkah dalam membangun generasi yang peduli, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan sosial di masyarakat. (*)

Editor : Siti Aeny Maryam
#isu sosial #penyadang disabilitas #Anti Bullying #kekerasan Seksual #Karakter Sosial #SMPN 12 Mataram #Lansia #Revise #perlindungan anak #siswa