LombokPost- Proyek SMPN 17 Mataram kembali menjadi sorotan setelah ditemukan deviasi dan keterlambatan dalam pelaksanaannya.
Proyek SMPN 17 Mataram yang masuk dalam program prioritas pembangunan sektor pendidikan ini mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kota Mataram.
Asisten II Setda Kota Mataram H Miftahurrahman menegaskan akan turun langsung melakukan peninjauan lapangan. Peninjauan terhadap proyek SMPN 17 Mataram dan sejumlah sekolah lain dilakukan sebagai respons atas laporan ketidaksesuaian jadwal serta progres kerja yang tidak sesuai target.
“Pekerjaan ini harus selesai,” tegas Miftahurrahman.
Ia menekankan bahwa kontraktor pelaksana wajib bertanggung jawab penuh terhadap seluruh pekerjaan yang masuk dalam program prioritas Kota Mataram. Keterlambatan pada proyek SMPN 17 Mataram disebut harus segera disikapi dengan langkah teknis yang cepat dan terukur.
“Jika ada keterlambatan pengerjaan atau deviasi harus dirapatkan secara teknis, termasuk bersama tim dan konsultan pengawas. Kontraktor harus bertanggung jawab sampai selesai pengerjaan proyek tersebut,” jelas Miftahurrahman.
Lebih jauh ia menegaskan bahwa pemenang tender proyek SMPN 17 Mataram harus menunjukkan komitmen dan mengambil langkah maksimal mengejar progres.
“Kalau ada keterlambatan, kontraktor harus mengambil langkah-langkah maksimal agar bisa mengejar,” ujar Miftahurrahman.
Setelah melakukan peninjauan langsung di SMPN 17 Mataram dan proyek sekolah lainnya, Miftahurrahman menjadwalkan rapat teknis khusus yang akan melibatkan konsultan pengawas, tim monitoring dan evaluasi (monev), serta Dinas Pendidikan Kota Mataram.
“Kita lihat komitmen kontraktor dalam mengejar ketertinggalan ini dan apa kendalanya. Karena sebagai pemenang tender, mereka harus bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ditawarkan,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam