Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

ICST 2025 Soroti Inovasi Sains dan Teknologi untuk Majukan Wilayah Kepulauan

Ali Rojai • Kamis, 20 November 2025 | 17:30 WIB
Para keynote speakers pada ISCT 2025 yang diadakan LPPM Unram di Hotel Merumatta, Senggigi, Rabu (19/11). ICST soroti inovasi sains dan teknologi untuk majukan wilayah kepulauan.
Para keynote speakers pada ISCT 2025 yang diadakan LPPM Unram di Hotel Merumatta, Senggigi, Rabu (19/11). ICST soroti inovasi sains dan teknologi untuk majukan wilayah kepulauan.

LombokPost - International Conference on Science and Technology (ICST) tahun 2025 kembali digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM) Universitas Mataram sebagai wujud kontribusi akedemik terhadap isu-isu global, khususnya terkait pembangunan wilayah kepulauan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan melalui Zoom Meeting di Hotel Merumatta, Senggigi, Rabu (19/11).Pelaksanaan ICST ke-10 kali ini mengangkat tema “Innovative Earth and Environment Sciences, and Technological Advancements for Sustainable Development: Bridging Fundamental and Applied Sciences in the Archipelagic Regions”. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan urgensi penerapan sains dan teknologi dalam menjawab tantangan pembangunan di kawasan kepulauan Indonesia, khususnya di wilayah NTB.

Ketua Panitia ICST 2025 Assoc. Prof Mamika Ujianita Romdhini menjelaskan, tema tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.

“Setiap tahun kami mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah pusat, daerah, dan Unram,” ujar Prof Mamika.

“Tahun ini, Gubernur menekankan fokus pembangunan kepulauan, sehingga kami mengambil tema yang menyoroti bagaimana sains dan teknologi dapat diterapkan di wilayah kepulauan Indonesia. Karena itu, kami menghadirkan para keynote dan invited speakers dari beragam bidang yang relevan,” ujar imbuh Prof Mamika.

Adapun keynote speakers yang mengisi konferensi internasional ini adalah Assoc  Prof Dr Nicolas Baldovini dari University Cote D'Azur, Prancis, Prof Dr Shaiful Jahari bin Hashim dari Universiti Putra Malaysia, Malaysia, Prof Masayuki Yanagisawa dari Kyoto University, Jepang, Prof Muhamad Ali, Ph.D. dari Universitas Mataram, Indonesia, dan Assoc Prof Dr Mohd Asri Mat Teridi dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia.

Selain itu, terdapat lima invited speakers yang terdiri dari Prof Susilawati dari Unram, Indonesia, Prof Mulyaningsih dari Unram, Indonesia, Prof  Matheus Souisa dari Universitas Pattimura, Indonesia, Assoc. Prof. Faisal Al-Sharqi  dari University of Anbar, Iraq, dan Assoc. Prof Dr Iskandar Shahrim Mustafa dari University Sains Malaysia, Malaysia.

Prof Mamika menambahkan bahwa ICST 2025 diikuti 225 peserta dari 11 negara, dengan 191 presenter yang memaparkan hasil penelitian. Besarnya partisipasi ini menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi riset lintas negara.

“Bisa dibayangkan betapa banyak kolaborasi dan pengetahuan baru yang terbangun dari berbagai belahan dunia. Kami berharap hasil riset ini dapat memperkuat para pengambil kebijakan, baik di Unram, pemerintah provinsi, maupun nasional, khususnya untuk kemajuan daerah kepulauan,” ujar Prof Mimika.

Kepala LPPM Unram Dr. Andi Chairil Ichsan menegaskan, tema ICST tahun ini tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga strategis dalam merespons isu lingkungan, sosial, dan regulasi.

“Urgensi tema ini berada pada skala global. Kita berbicara tentang pengembangan teknologi berbasis saintifik dan persoalan lingkungan hidup yang berkelindan dengan isu sosial dan kebijakan. Masalah lingkungan adalah akar dari banyak persoalan, dan lewat teknologi serta kolaborasi global, kita bisa menawarkan solusi yang berdampak,” jelas Andi.

Ia juga menekankan bahwa ICST memiliki standar publikasi yang berbeda dibanding seminar nasional biasa.

“Karena targetnya global, publikasi dari konferensi ini harus dapat diakses dan dibaca oleh berbagai negara. Karena itu minimal harus terindeks Scopus, bukan lagi Sinta,” tegas Andi.

Tahun ini, ICST menargetkan 60-80 artikel dari total 191 artikel yang disubmit untuk dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi. Selain sesi konferensi, ICST ke-10 juga untuk pertama kalinya mengadakan field trip ke Gili Nanggu, Gili Tangkong, dan Gili Kedis, yang mendapat antusias tinggi dari peserta.

LPPM Unram juga melaporkan peningkatan signifikan jumlah sitasi artikel dosen Unram, dari sekitar 4.000 sitasi pada 2024 menjadi 10.000 sitasi pada tahun 2025. Kenaikan ini disebut sebagai bukti bahwa kontribusi riset Unram semakin diakui secara global.

Konferensi ini juga membuka peluang kerja sama penelitian dan pengabdian antara Unram dan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Kolaborasi internasional diharapkan semakin memperkuat reputasi akademik dan global engagement Unram di masa mendatang.(*)

Editor : Pujo Nugroho
#Inovasi Sains #peneltian #Unram #Wilayah kepulauan #Universitas Mataram #prancis #teknologi #jepang #NTB #iraq #Malaysia #ICST 2025