LombokPost--Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Arsyfa Multicom kembali dipercaya menyelenggarakan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2025 untuk kejuruan Desain Grafis.
Ini merupakan kali ketiga lembaga tersebut menangani program binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu.
Pimpinan LKP Arsyfa Multicom Nita Merliani, menjelaskan, program yang diikuti 25 peserta ini akan berlangsung selama 150 jam pembelajaran atau sekitar satu bulan dengan intensif.
Peserta berasal dari kalangan usia 15 hingga 24 tahun lebih 6 bulan.
“Untuk yang berusia 15 tahun, biasanya mereka yang putus sekolah, seperti tamatan SMP,” ujarnya.
Menurut Nita, metode pembelajaran dirancang padat dengan komposisi dua jam teori dan empat jam praktik per hari.
Untuk memastikan kualitas materi sesuai kebutuhan pasar, LKP melibatkan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai instruktur.
Materi yang diberikan tidak hanya desain grafis teknis, tetapi juga meliputi digital marketing, pelayanan usaha, serta fasilitas permodalan dari mitra seperti PT Bank NTB Syariah.
“Setelah pelatihan, peserta akan diberikan alat dan bahan rintisan usaha secara berkelompok untuk dikelola bersama. Satu kelompok terdiri dari lima orang, jadi total ada lima kelompok,” jelas Nita.
Alat rintisan usaha yang diberikan, lanjutnya, berfokus pada peralatan percetakan, seperti untuk cetak foto.
Harapannya, para peserta dapat mandiri dan menjadi wirausaha muda yang berpenghasilan.
“Dalam situasi pekerjaan yang sulit, berwirausaha menjadi solusi,” tandasnya.
Mengenai tingkat keberhasilan program, Nita menyebut hasil pantauannya cukup menggembirakan.
Dari pelaksanaan sebelumnya, sekitar 80 persen bahkan hingga 100 persen alumni masih aktif berwirausaha atau setidaknya memiliki kegiatan produktif.
“Mereka selain berwirausaha, mungkin ada juga yang punya pekerjaan lain,” ujarnya.
Program PKW ini diakuinya sangat membantu masyarakat, khususnya di Lombok Barat.
LKP Arsyfa berperan sebagai jembatan pemerintah untuk menjangkau masyarakat kurang mampu dan memberikan pelatihan keterampilan.
Ke depan, Nita berharap program serupa dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Harapannya tahun depan program ini tetap ada, agar masyarakat yang belum merasakan bisa mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya.
Program PKW Desain Grafis ini diharapkan dapat mencetak lebih banyak wirausaha muda kreatif yang mandiri dan berkontribusi pada perekonomian lokal.
Editor : Kimda Farida