LombokPost - Universitas Mataram (Unram) menerima kunjungan Nuffic Southeast Asia untuk monitoring Program EMPM (European Union Mobility Programme for Myanmar). Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Rektor dan menjadi langkah penting memastikan keberlanjutan dukungan akademik bagi mahasiswa Myanmar di Unram. Kehadiran Nuffic Southeast Asia menegaskan komitmen Program EMPM yang didukung penuh Uni Eropa.
Kunjungan Nuffic Southeast Asia diwakili Arief Maulana, Lidya Veradilla, dan Kustin. Dari Unram hadir Kepala Biro Akademik Dwi Suswanto, Wakil Kepala OIA Unram Dr Dewi Satria Elmiana, Kepala Pusat Pembelajaran Internasional Ahmad Junaidi, serta para koordinator prodi host mahasiswa EMPM.
Agenda monitoring EMPM menjadi sorotan karena Unram menjadi tuan rumah bagi jumlah penerima beasiswa tertinggi di Indonesia.
Dr. Dewi Satria Elmiana yang mewakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan, kesiapan Unram menjalankan Program EMPM dan EMPM Virtual Mobilities Scholarship (Virtual Top-Up Scholarship).
“Suatu kehormatan dapat menyambut perwakilan Nuffic Southeast Asia secara langsung setelah sekian lama berkomunikasi daring,” ungkap Dr Dewi.
Perwakilan Nuffic Southeast Asia Arief Maulana memaparkan tujuan monitoring guna memastikan perkembangan studi mahasiswa Myanmar penerima beasiswa EMPM yang saat ini ditempatkan di Unram.
Ia menegaskan kembali komitmen Uni Eropa dalam mendukung pendidikan mahasiswa Myanmar yang terdampak situasi darurat di negara mereka. Program EMPM dijadwalkan berakhir pada Desember 2026 dan terus menjadi prioritas dukungan internasional.
Dalam Program EMPM dan Virtual Top-Up Scholarship, Nuffic Southeast Asia berperan sebagai mitra pelaksana. Skema ini diperuntukkan bagi mahasiswa Myanmar aktif yang membutuhkan penempatan akademik sementara hingga empat semester di perguruan tinggi mitra ASEAN termasuk Unram. Tercatat tujuh perguruan tinggi di Asia Tenggara berpartisipasi dan Unram menjadi salah satu host utama.
Kepala Pusat Pembelajaran Internasional Ahmad Junaidi menyampaikan, pemutakhiran kebijakan, evaluasi pelaksanaan Program EMPM, serta rekomendasi untuk fase lanjutan.
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi terkait progres akademik, fasilitas pembelajaran, dan kesejahteraan mahasiswa Myanmar di Unram.
Di akhir sesi, Unram dan Nuffic Southeast Asia kembali menegaskan komitmen bersama memastikan keberlanjutan Program EMPM, menjaga kualitas dukungan akademik, dan menjamin keberhasilan studi mahasiswa Myanmar hingga program ditutup.(*)
Editor : Prihadi Zoldic