LombokPost - Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi siswa di Kota Mataram menjadi benteng utama untuk menangkal informasi hoaks. Karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram terus memperkuat gerakan literasi siswa, salah satunya melalui pembiasaan menulis resensi buku.
Berdasarkan hasil pemetaan, masih ditemukan sejumlah sekolah dengan skor literasi kategori kuning atau sedang.
Kondisi ini mendorong Disdik Kota Mataram mengambil langkah strategis agar siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isi bacaan.
Untuk itu, Disdik Kota Mataram mendorong sekolah-sekolah meningkatkan kualitas literasi melalui pembiasaan membaca sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Selain itu, siswa juga diarahkan aktif menulis hasil bacaan dalam bentuk resensi buku.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf mengatakan, gerakan membaca sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar siswa terbiasa membaca dan menulis.
“Kemendikdasmen mendorong siswa untuk membuat resensi. Hasil bacaan ditulis singkat saja, yang penting siswa memahami apa yang dibaca,” ujar Yusuf.
Menurutnya, resensi buku memiliki peran penting untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap bacaan. Melalui kegiatan menulis, siswa dilatih menangkap ide pokok, menyimpulkan isi bacaan, serta menuangkan pemahaman dalam bentuk tulisan.
“Kalau membaca siswa akan bisa menulis dan memahami isi bacaan,” tutur Yusuf.
Yusuf berharap literasi siswa Kota Mataram terus meningkat. Siswa diharapkan tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis.
Ia menegaskan, Disdik Kota Mataram akan terus mendorong sekolah-sekolah agar konsisten menerapkan kebijakan literasi. Kebijakan tersebut telah dituangkan dalam surat edaran Disdik dan menjadi bagian dari program nasional peningkatan mutu pendidikan.
“Ini terus kita dorong karena merupakan kebijakan dari Kemendikdasmen,” tegasnya.
Editor : Marthadi