LombokPost- Memasuki usia ke-70 tahun, SMKPPN Mataram melakukan penguatan vokasi pertanian sebagai kontribusi nyata mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui pengembangan Teaching Factory (Tefa) yang terintegrasi dengan BLUD SMK, sekolah ini meluncurkan beragam produk unggulan pertanian hasil karya siswa dan guru.
Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta mengatakan, momentum tasyukuran 70 tahun mengusung tema strategis “Di Era Globalisasi, Vokasi Pertanian Mewujudkan Ketahanan Pangan”.
Tema tersebut dinilai selaras dengan program Asta Cita Presiden yang menempatkan kedaulatan pangan sebagai agenda prioritas nasional.
“Vokasi pertanian memiliki peran penting dalam menopang ketahanan pangan nasional. Karena itu, SMKPPN Mataram terus bertransformasi agar lulusan kami benar-benar siap terjun ke dunia usaha dan industri pertanian,” ujar Sugiarta.
Dalam perayaan tersebut, SMKPPN Mataram menampilkan sekaligus meluncurkan produk unggulan Tefa, mulai dari olahan hasil pertanian seperti talas hingga produk sektor hulu berupa bibit unggul. Penguatan vokasi pertanian ini mencakup berbagai konsentrasi, antara lain perikanan, peternakan, hortikultura, hingga perbenihan sebagai upaya konkret mendukung ketahanan pangan.
Sugiarta menjelaskan, seluruh produk Tefa SMKPPN Mataram merupakan hasil pembelajaran berbasis produksi di dalam sekolah. Pengembangan dilakukan secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan UMKM menggunakan sistem labeling bersama. Dukungan program revitalisasi SMK juga membuat sekolah memiliki peralatan standar industri sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing.
Langkah strategis lainnya adalah penerapan penuh BLUD SMKPPN Mataram yang ditargetkan mulai berjalan Januari mendatang. Dengan status BLUD, berbagai produk seperti sayuran hidroponik, bibit alpukat, bibit nangka, hingga bibit anggrek hasil kultur jaringan akan dipasarkan secara luas sebagai layanan umum daerah.
“BLUD menjadi wadah bagi siswa untuk terus berproduksi dan belajar berwirausaha. Target kami adalah mencetak lulusan SMK yang siap mandiri dan memiliki jiwa entrepreneur,” tegas Sugiarta.
Tidak hanya fokus pada sektor pertanian dan perbenihan, SMKPPN Mataram juga mengembangkan produk kopi serta area coffee shop sebagai bagian dari perluasan unit bisnis sekolah berbasis vokasi.
Eksistensi vokasi pertanian SMKPPN Mataram mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Dalam rangka HUT NTB ke-67, sekolah ini diundang Pemprov NTB melalui Brida untuk memamerkan berbagai produk inovasi vokasi pertanian.
Hal tersebut menegaskan peran SMKPPN Mataram dalam mendukung ketahanan pangan di NTB.
“Kami berkomitmen terus bertransformasi menjadi pusat vokasi pertanian unggulan yang mandiri melalui BLUD demi mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan di masa depan,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam