Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Libur Sekolah, Makan Bergizi Gratis di Mataram Tetap Disalurkan Fleksibel

Ali Rojai • Selasa, 30 Desember 2025 | 20:53 WIB
Wali murid mengambil paket MBG saat masa libur semester ganjil di SD Al Iqra Mataram, belum lama ini. Libur sekolah, MBG di Mataram tetap disalurkan fleksibel.
Wali murid mengambil paket MBG saat masa libur semester ganjil di SD Al Iqra Mataram, belum lama ini. Libur sekolah, MBG di Mataram tetap disalurkan fleksibel.

LombokPost - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan meski memasuki masa libur sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, penyaluran MBG dilakukan secara fleksibel dengan mengedepankan kesepakatan antara sekolah dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi selama libur sekolah tanpa mengabaikan kesiapan masing-masing satuan pendidikan. Dengan skema yang disesuaikan, program MBG tetap menjangkau pelajar.

Kepala SPPG Kecamatan Selaparang Anggra Mauluddin Riady menjelaskan, penyaluran MBG saat libur sekolah sangat bergantung pada kesiapan sekolah.

“Kebijakan kita di BGN terkait hari libur itu tergantung kesepakatan sekolah. Kalau sekolah menyanggupi MBG disalurkan saat libur, kita berikan,” ujar Anggra.

Dalam pelaksanaannya, kata Anggra, penyaluran MBG tidak serta merta dihentikan selama libur. Jika sekolah sanggup menerima distribusi, MBG tetap disalurkan sesuai jadwal. Namun, jika tidak memungkinkan, BGN menyesuaikan skema layanan agar asupan gizi siswa tetap terjaga.

BGN juga menerapkan aturan ketat terkait jenis menu. Menu basah MBG wajib dikonsumsi di tempat dan tidak diperbolehkan dibawa pulang. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kualitas makanan serta mencegah risiko kerusakan atau kontaminasi.

“Menu basah harus langsung dimakan di lokasi. Ini demi menjaga keamanan dan mutu makanan,” jelas Anggra.

Untuk efisiensi, penyaluran MBG juga dilakukan dengan sistem rapel atau pengiriman sekaligus. Misalnya, kebutuhan empat hari dapat dipenuhi melalui dua kali pengiriman, menyesuaikan kondisi lapangan.

Terkait ketersediaan susu, Anggra mengakui adanya kendala kelangkaan susu kemasan 1 liter. Namun, BGN menyiasatinya dengan mengombinasikan beberapa kemasan susu 110 ml atau 250 ml agar tetap memenuhi standar gizi siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

“Meskipun susu 1 liter sedang langka, takaran tetap kami hitung dengan presisi agar kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi,” kata Anggra.

BGN memastikan, dapur penyedia MBG di Mataram tetap beroperasi pada akhir tahun, termasuk 29 hingga 31 Desember.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program MBG meski bertepatan dengan hari libur. Dengan koordinasi intensif antara BGN, SPPG, dan sekolah, libur sekolah diharapkan tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk tetap memperoleh MBG sesuai jadwal.

“Komitmen kami, kualitas dan keberlanjutan MBG tetap terjaga demi kesehatan dan tumbuh kembang anak,” pungkas Anggra.

Editor : Prihadi Zoldic
#Libur Sekolah #SPPG #susu #BGN #disalurkan #Makan Bergizi Gratis (MBG) #Tetap #fleksibel #kualitas makanan #Standar gizi #mutu makanan