Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lolos Blokade, Supertanker Iran Layari Selat Lombok

R
Penulis: Redaksi❯
LOLOS: Gambar yang yang dirilis TankerTrackers.com menunjukkan kapal tanker Iran, Huge saat melayari Selat Lombok menuju perairan Kepulauan Riau. (AKUN X TANKERTRACKERS.COM)
LOLOS: Gambar yang yang dirilis TankerTrackers.com menunjukkan kapal tanker Iran, Huge saat melayari Selat Lombok menuju perairan Kepulauan Riau. (AKUN X TANKERTRACKERS.COM)

Advertisement

LombokPost - Blokade yang gagal, terhentinya ekspor minyak negara sekutu, sampai bangkrutnya maskapai di negeri sendiri. Presiden Donald Trump boleh meracau macam-macam, tapi Amerika Serikat (AS) terus memanen rasa malu akibat serangan ke Iran bersama Israel.

Berdasarkan laporan lembaga pemantau maritim independen TankerTrackers.com, sebuah kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company berhasil menembus blokade Angkatan Laut AS di kawasan Teluk Persia dan kini telah mencapai kawasan Asia Pasifik.

“Supertanker dengan nama "HUGE" itu membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah senilai hampir USD 220 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun,” tulis TankerTrackers.com.

Dikutip dari timesnownews.com Minggu (3/5), Huge saat ini melayari Selat Lombok menuju perairan Kepulauan Riau. Tujuan akhirnya Timur Jauh.

Pada 13 April, tepat ketika Angkatan Laut AS mengumumkan blokade pelabuhan Iran, Huge tercatat masih berada di perairan teritorial Iran sebelum akhirnya berhasil menyelinap keluar.

Advertisement

Media pemerintah negeri yang dulu bernama Persia itu pada 29 April mengklaim, setidaknya 52 kapal mereka berhasil menembus blokade AS. Di sisi lain, militer AS mengklaim, telah memaksa sekitar 41 kapal yang terafiliasi dengan Iran putar balik sejak blokade dimulai.

TankerTrackers.com juga melaporkan bahwa meski Kuwait, salah satu sekutu AS di Timur Tengah, masih memproduksi minyak untuk menjadi produk turunan, tidak ada satu minyak mentah yang berhasil diekspor akibat blokade Iran di Selat Hormuz. Padahal, sebelum Iran diserang AS dan Israel, selat krusial dalam distribusi minyak dan gas dunia itu bebas dilalui kapal mana saja.

Iran sudah mengirimkan proposal 14 poin ke Pakistan untuk diteruskan ke AS buat mengakhiri perang Kamis (30/4). Termasuk di dalamnya persyaratan membuka blokade Selat Hormuz.

Teheran memberi waktu paling lama satu bulan kepada Washington DC. Sehari kemudian (1/5) Trump mengaku tak puas dengan proposal itu, tapi berubah pikiran lagi sehari berselang (2/5).

“Saya akan meninjaunya ulang selama perjalanan,” kata Trump sebelum menaiki pesawat yang membawanya dari Palm Beach ke Miami (3/5).

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Serangan Pakistan di Afghanistan Tewaskan 36 Warga Sipil

Serangan Pakistan di Afghanistan Tewaskan 36 Warga Sipil

Serangan udara Pakistan di tiga provinsi timur Afghanistan menewaskan sedikitnya 36 warga sipil dan melukai 163 orang.

AS Yakin Bisa Diteken, Iran Masih Mengkaji

AS Yakin Bisa Diteken, Iran Masih Mengkaji

Pakistan Optimistis Kesepakatan Akan Segera Diteken. Kesepakatan Damai, Trump Sebut Selat Hormuz Bakal Langsung Dibuka. Teheran Masih Kaji.

Tingkatkan Diplomasi, Menteri Dalam Negeri Pakistan Kunjungi Teheran Dua Kali dalam Seminggu

Tingkatkan Diplomasi, Menteri Dalam Negeri Pakistan Kunjungi Teheran Dua Kali dalam Seminggu

Mendagri Pakistan Mohsin Naqvi kunjungi Teheran dua kali dalam sepekan, bahas mediasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer