Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Atut, Murid Jenius Matematika Asal Mataram Sabet Medali Emas WIMO di China

Ali Rojai • Rabu, 7 Januari 2026 | 19:43 WIB
Murid asal Mataram Qashiratut Tharfi Paranata sabet medali emas WIMO di China.
Murid asal Mataram Qashiratut Tharfi Paranata sabet medali emas WIMO di China.

LombokPost - Qashiratut Tharfi Paranata, siswa kelas 1 SD asal Mataram, sukses meraih medali emas World International Mathematics Olympiad (WIMO) di China.

Keberhasilan ini sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih di ajang olimpiade matematika dunia yang diikuti peserta terbaik dari berbagai negara.Wor

Atut, sapaan akrabnya, menjadi wakil Indonesia yang tampil gemilang di WIMO China, sebuah ajang bergengsi yang hanya diikuti peserta terpilih. Medali emas ini semakin menegaskan kapasitas Atut sebagai bocah jenius matematika asal Mataram yang mampu bersaing di level global.

Untuk bisa tampil di WIMO China, siswa SDIT Fauziah Yarsi Mataram ini harus melewati serangkaian seleksi ketat pada ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO), BBC Olympiad, dan Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO).

Peserta yang lolos minimal harus meraih medali perunggu, perak, atau emas pada babak final masing-masing olimpiade.

Atut tampil luar biasa dengan menyabet medali emas di Final BBC dan HKIMO, sehingga memastikan tiket menuju WIMO China.

Seluruh peserta WIMO China merupakan anak-anak terbaik dunia yang sebelumnya telah meraih medali emas TIMO, BBC, dan HKIMO. Artinya, persaingan yang dihadapi Atut berada pada level tertinggi olimpiade matematika internasional.

Keberhasilan di China menambah panjang daftar prestasi Atut. Hingga kini, ia telah mengoleksi 27 medali internasional di bidang matematika sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK).

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan, konsistensi, dan kecintaan terhadap matematika mampu mengantarkan anak daerah bersaing di level dunia.

Prestasi Atut juga menunjukkan bahwa NTB memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi emas bangsa.

Ibu Atut, Evi Diansari, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian putrinya. Menurutnya, medali emas WIMO China adalah buah dari proses panjang, latihan intensif, dan dukungan keluarga.

“Kami sebagai orang tua Atut sangat bersyukur, bahagia, dan bangga. Ini ajang dunia yang sangat bergengsi, dan Atut bisa membawa pulang medali emas,” ujar Evi.

Prestasi ini sekaligus mengharumkan nama Indonesia dan NTB di kancah internasional. Atut kini menjadi tumpuan harapan sebagai calon generasi emas bangsa dari Bumi Gora.

Editor : Prihadi Zoldic
#dukungan keluarga #siswa sd #medali emas #WIMO Shenzhen 2026 #World International Mathematics Olympiad #level dunia #matematika #taman kanak-kanak #Generasi Emas #Thailand International Mathematical Olympiad #China