LombokPost- Kontestasi demokrasi di lingkungan Universitas Mataram (Unram) telah berakhir. Seluruh elemen kampus kini diminta kembali bersatu dan berkolaborasi membangun institusi ke arah yang lebih maju.
Hal ini ditekankan Prof Sukardi usai rampungnya proses pemilihan rektor.Menurutnya, dinamika pemilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.
Setelah kompetisi tuntas, tidak boleh lagi ada sekat perbedaan. Fokus utama saat ini adalah membangun Unram dengan semangat kebersamaan.
“Kemenangan ini adalah hasil dari proses demokrasi. Saatnya kita menatap ke depan dan bersama-sama membangun Unram,” ujar Prof Sukardi.
Ia menegaskan, ruang kolaborasi di Unram terbuka lebar bagi seluruh sivitas akademika maupun pihak luar yang ingin berkontribusi.
Namun, kerja sama tersebut harus dilandasi tujuan yang sama, profesionalisme, serta integritas yang kuat.
Membangun Unram dinilai tidak bisa dilakukan satu kelompok saja. Dibutuhkan sinergi mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni.
Dengan menyatukan visi, Unram diyakini mampu melangkah lebih cepat menuju universitas unggul dan berdaya saing.
“Selama punya komitmen yang sama, ruang kerja sama akan selalu terbuka. Kita rangkul semua pihak demi membangun Unram secara kolektif,” tegas Prof Sukardi.
Ia berharap pascapemilihan seluruh sivitas akademika kembali solid dan fokus pada peningkatan prestasi serta tata kelola yang baik. Dengan semangat kolaborasi, Unram diyakini tumbuh menjadi kampus yang berprestasi dan berintegritas di masa depan.
Editor : Akbar Sirinawa