LombokPost- Universitas Bumigora (UBG) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kompetensi guru di bidang teknologi digital.
Kali ini, UBG melatih guru Informatika Mataram yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika melalui kegiatan bertema “Guru Siap Koding melalui Pengenalan Internet of Things (IoT)”.
Pelatihan guru Informatika berbasis IoT ini digelar di SMPN 7 Mataram dan melibatkan kolaborasi dosen serta mahasiswa UBG.
Program ini dirancang untuk mendorong guru lebih siap mengajarkan koding, Computational Thinking, dan Internet of Things (IoT) di sekolah.
Tidak hanya dosen, pelatihan IoT untuk guru Informatika ini juga didampingi oleh UKM Volunter Bebras Mahasiswa UBG. Kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, khususnya dalam praktik penerapan IoT dalam pembelajaran Informatika.
Koordinator Bebras Indonesia Biro Universitas Bumigora, Kartarina Augustin M.Kom, menjelaskan, bahwa UBG merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipercaya sebagai biro resmi Bebras Indonesia.
“Bebras Indonesia berfokus pada penguatan Computational Thinking. Sejak 2018, Bebras Biro UBG aktif mengikutsertakan siswa dalam Tantangan Bebras untuk melatih pola pikir logis dan analitis sejak dini,” jelas Agustin.
Melalui pelatihan guru Informatika berbasis IoT ini, Bebras Biro UBG juga mengenalkan konsep informatika dan Internet of Things kepada guru agar dapat diterapkan secara kontekstual dalam proses pembelajaran di sekolah.
Agustin menambahkan, pelatihan Guru Siap Koding lewat IoT ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, guru, dan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Informatika di Kota Mataram dan NTB secara umum.
“Kami ingin guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengimplementasikan koding dan IoT di kelas untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan era digital,” ujar Agustin.
Sementara itu, Ketua MGMP Informatika SMP Kota Mataram Kamariyah, S.Pd, mengapresiasi kegiatan pelatihan UBG untuk guru Informatika tersebut.
“Pelatihan ini sangat membantu guru dalam memahami koding, Computational Thinking, dan IoT. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” tutur Kamariyah.
Editor : Kimda Farida